Charli xcx Tinggalkan Klub demi “Rock Music”
Visioner pop ini berbelok dari lantai dansa ke noise industrial lewat single dan video eksperimental terbarunya.
Ringkasan
- “Rock Music” milik Charli xcx hadir dengan video hitam‑putih bernuansa gritty dan bertekstur, menandai pergeseran eksperimental dalam karyanya.
- Lagu ini memadukan tekstur terdistorsi, ironi, dan intensitas mentah sembari mengeksplorasi ikatan komunal sekaligus emosional.
- Dirilis sebagai single perdana dari album terbarunya, lagu ini menolak kultur klub dan justru merayakan kebisingan serta kekacauan.
Single terbaru Charli xcx, “Rock Music,” menghadirkan pernyataan kuat secara sonik maupun visual melalui video musik hitam‑putih bernuansa gritty yang menegaskan evolusinya yang kian jauh ke ranah pop eksperimental.
Lagu ini menggabungkan energi mentah dengan komentar ironis tentang “kematian dancefloor,” bertumpu pada tekstur terdistorsi dan lanskap bunyi industrial yang berat, seolah menuntut respons fisik. Charli membawakan performanya dengan intensitas nyaris histeris, dan penggalan lirik “I’m really banging my head /I’m really hurting my neck” menjadi bukti, baik secara harfiah maupun metaforis, atas dorongan tak kenal lelah dalam lagu ini.
Liriknya mengulik euforia dan intensitas emosi dari pengalaman bersama dalam lingkar pergaulan yang sangat dekat. Lagu ini dibuka dengan nuansa reflektif dan intim ketika ia bernyanyi, “Me and my friends /we go out /we take pictures and make stuff together,” menangkap keseharian persahabatan kreatif di era sekarang. Kedekatan ini kemudian bergeser ke wilayah emosi yang lebih rumit lewat baris, “And sometimes we cry, we kiss each other with incestuous eyes,” yang menyiratkan ikatan seburam sekaligus sedalam itu. Seiring berjalannya lagu, suasana bergerak dari komunal ke sangat personal, mengarahkan fokus pada ledakan stimulasi indrawi dari performanya sendiri.
Video musiknya menawarkan latar sinematik yang tegas dan kontras, bergantian menampilkan Charli dalam pose high-fashion yang konseptual dengan cuplikan penuh energi ala mosh pit. Estetika monokrom yang mentah ini merefleksikan jiwa “rock” lagu tersebut, memadukan glamor dengan sisi liar yang belum dipoles.
Sebagai single perdana dari album mendatangnya, “Rock Music” menandai pergeseran yang disengaja dalam perjalanan kreatif Charli. Setelah kesuksesan hyperpop dari BRAT, ia memosisikan track ini sebagai penolakan jenaka terhadap kultur klub, dengan justru merayakan kebisingan, distorsi, dan ironi.
Tonton video musik resminya di atas. “Rock Music” milik Charli xcx kini sudah dapat didengarkan di platform musik utama seperti Spotify dan Apple Music.



















