Rumah Wagashi Kyoto Berusia 160 Tahun Ini Bikin Eevee dan Sinistcha dari Manisan Tradisional Jepang
Shichijo Kanshundo menambah dua karakter baru ke lini wagashi Pokémon mereka untuk merayakan ulang tahun ke-30 waralaba tersebut.
Sekilas
- Rumah wagashi Kyoto Shichijo Kanshundo, yang berdiri sejak 1865, memperluas koleksi jyogashi Pokémon mereka dengan dua karakter baru: Eevee yang dihadirkan dalam bentuk nerikiri dan Sinistcha sebagai yomogi manju, melengkapi dua kreasi sebelumnya, Shaymin Land Forme dan Oricorio Baile Style, dalam satu set berisi empat potong.
- Penjualan online dimulai pada bulan Mei, dengan ketersediaan di butik utama Kyoto Higashiyama yang dibuka pada 7 Juni dan berlanjut setiap tanggal 7 bulan berikutnya.
- Kolaborasi ini hadir dalam konteks perayaan ulang tahun ke-30 Pokémon yang lebih luas, ketika waralaba tersebut mengeksplorasi rentang kerja sama budaya yang tidak biasa luasnya, mulai dari kuliner, arsitektur, fashion, hingga kriya.
Shichijo Kanshundo, rumah wagashi Kyoto yang telah membuat jyogashi di tepi Sungai Kamo sejak 1865, kembali memperluas Pokémon dengan menghadirkan dua karakter baru: Eevee, yang diolah dalam medium nerikiri, dan Sinistcha, yang diwujudkan sebagai yomogi manju. Set berisi empat potong ini menjadi salah satu titik temu paling matang antara IP berlisensi dan kriya tradisional Jepang dalam beberapa tahun terakhir.
Untuk memahami mengapa kolaborasi ini terasa begitu bermakna, kita perlu mengenal apa itu Shichijo Kanshundo dan apa sebenarnya tuntutan dari jyogashi. Rumah ini beroperasi di dekat kuil Sanjusangendo di distrik Higashiyama, Kyoto, sejak tahun pertama era Keio pada 1865, menjadikannya salah satu produsen wagashi tertua yang masih aktif di kota yang identik dengan tradisi manisan tersebut. Jyogashi, format wagashi premium yang menjadi pusat kolaborasi ini, jauh dari sekadar kudapan sederhana. Bentuk ini menuntut kemampuan tertinggi dari seorang artisan wagashi: setiap potong dibuat dengan tangan menggunakan teknik berusia berabad-abad untuk menerjemahkan imaji musiman, puisi waka, dan referensi budaya ke dalam pahatan yang bisa disantap. Kriya ini dinilai dari kemampuannya mengolah tema-tema abstrak menjadi wujud fisik yang presisi dan lembut menggunakan bahan seperti nerikiri, pasta kacang putih yang lentur, serta adonan manju yang dibuat dengan bahan seperti yomogi, mugwort Jepang yang memberi potongan Sinistcha rona hijau khasnya.
Keputusan Shichijo Kanshundo untuk menerapkan format jyogashi pada karakter-karakter Pokémon, alih-alih sekadar menghadirkan produk lisensi berisiko rendah seperti biskuit cetak atau permen beraroma, sudah merupakan sebuah pernyataan. Rumah ini pertama kali meluncurkan wagashi Pokémon pada Oktober tahun lalu, dimulai dengan Shaymin Land Forme dan Oricorio Baile Style, dua karakter dengan elemen floral dan avian yang secara natural menyatu dengan bahasa visual wagashi Kyoto yang organik dan terinspirasi alam. Kehadiran Eevee dan Sinistcha dalam ekspansi ulang tahun ke-30 melanjutkan logika tersebut. Eevee, dengan tekstur bulu lembut dan bentuk membulat, terasa sangat serasi dengan presisi pahatan nerikiri. Sinistcha, Pokémon tipe Ghost yang diwujudkan sebagai cangkir teh berisi matcha, berdialog dengan tradisi upacara minum teh Jepang dengan cara yang terasa sungguh dipikirkan, bukan kebetulan semata.
Proses produksinya semakin menjejakkan kolaborasi ini ke ranah yang serius. Setiap potong dibuat dengan tangan oleh para artisan menggunakan air dari Higashiyama, Kyoto, dan bahan-bahan premium, dengan proses yang persis sama seperti untuk setiap jyogashi lain yang diproduksi rumah ini, apa pun temanya. Potongan Pokémon ini tidak dibuat dengan cara berbeda atau dengan standar yang diturunkan dibanding wagashi musiman mereka. Semuanya dikerjakan dengan metode yang sama, oleh pengrajin yang sama, dengan spesifikasi yang sama. Konsistensi inilah yang membedakan kolaborasi Shichijo Kanshundo dari deretan produk makanan berlisensi Pokémon lain, yang jumlahnya sangat besar pada 2026. Goldfish crackers berbentuk Pikachu dan pemandian kaki Wakura mungkin menarik sebagai objek. Namun yang satu ini beroperasi di level yang sama sekali berbeda.
Struktur ritelnya mencerminkan karakter produknya. Pesanan online dikirim dengan sistem beku, membuka akses nasional pada sebuah karya kriya yang biasanya hanya bisa dinikmati dengan datang langsung ke Kyoto. Ketersediaan di butik utama Higashiyama berlangsung setiap tanggal 7 mulai 7 Juni, jadwal yang membentuk ritual berulang di seputar momen pembelian, bukan sekadar transaksi ritel biasa. Tidak ada sistem reservasi, dan jumlahnya terbatas. Ritme bulanan ini menggemakan struktur wagashi musiman tradisional Jepang, di mana manisan tertentu hanya tersedia pada waktu dan tempat spesifik, dan usaha untuk mendapatkannya dipandang sebagai bagian dari nilai tersebut.
Set Shichijo Kanshundo Pokémon Jyogashi berisi 4 potong ini kini tersedia melalui toko online Shichijo Kanshundo, dikirim dalam kondisi beku ke seluruh Jepang. Penjualan di butik utama Kyoto Higashiyama dimulai 7 Juni dan berlanjut setiap tanggal 7 bulan berikutnya selama persediaan masih ada.



















