Rihanna dan PUMA Kabarnya Resmi Akhiri Kolaborasi FENTY
Sang megabintang kini resmi jadi “free agent” di dunia sneaker, memicu rumor usai ia tertangkap kamera mengenakan Jacquemus x Nike Moon Shoes.
Rihanna dan PUMA Kabarnya Resmi Akhiri Kolaborasi FENTY
Sang megabintang kini resmi jadi “free agent” di dunia sneaker, memicu rumor usai ia tertangkap kamera mengenakan Jacquemus x Nike Moon Shoes.
Ringkasan
- Kolaborasi bertahun-tahun Rihanna dengan FENTY x PUMA kabarnya resmi berakhir, diam-diam menutup era kerja sama keduanya yang kedua dengan raksasa sportswear tersebut.
- Kerja sama yang diperbarui dan resmi dimulai pada Maret 2023 itu dikemas sebagai kontrak tiga tahun yang kini telah selesai masa berlakunya dan tidak akan diperpanjang lagi.
- Menambah panas spekulasi, sang miliarder itu baru-baru ini tertangkap kamera di New York City mengenakan sepasang Jacquemus x Nike Moon Shoes, seolah menegaskan status barunya sebagai “free agent” di ranah sneaker.
Sang ratu pop dan fashion yang tengah berkuasa itu kini resmi menjadi free agent di dunia sneaker. Menurutlaporan terbaru, kolaborasi FENTY x PUMA yang sempat dihidupkan kembali itu kini diam-diam berakhir. Setelah melakukan comeback gemilang bersama raksasa sportswear tersebut pada Maret 2023, tepat setelah penampilan Super Bowl Halftime yang spektakuler, sang multi-hyphenate itu kabarnya telah menuntaskan kontrak tiga tahunnya dan memilih melangkah pergi alih-alih memperpanjang. Kepergiannya menandai berakhirnya salah satu bab paling menentukan dalam sejarah kolaborasi sneaker selebritas modern, dan membuat seluruh industri bertanya-tanya ke mana sang ikon global akan menyalurkan talentanya berikutnya.
Saat pertama kali bergabung dengan PUMA sebagai creative director womenswear pada 2014, Rihanna benar-benar menggeser kultur yang ada. Era awal FENTY x PUMA—kerap disebut sebagai era 1.0—melahirkan Creeper ikonis, mendorong penjualan brand menembus rekor, dan sangat memengaruhi ledakan luxury streetwear di pertengahan 2010-an. Namun, lanskap budaya dan ekonomi sudah berubah drastis ketika ia kembali untuk era 2.0. Meski periode kedua ini menghadirkan deretan lifestyle pieces yang solid seperti Avanti bernuansa sepak bola, Creeper Phatty yang bulky, dan sandal Cat Cleat, rangkaian rilis tersebut kesulitan mengulang hype eksplosif bak petir dalam botol dari debutnya yang revolusioner dulu.
Tanda besar pertama dari perpisahan ini justru muncul di jalanan. Pekan lalu, paparazzi memotret Rihanna sedang beraktivitas santai dengan sepasang Jacquemus x Nike Moon Shoes di kakinya. Bagi seorang artis yang selama ini dikenal sangat setia pada kontrak brand yang tengah berjalan, langkah tiba-tiba tampil di depan publik dengan produk kompetitor langsung praktis menjadi pengumuman tak resmi atas status free agency-nya.
Menurut sumber internal, perpisahan ini berlangsung baik-baik saja dan semata-mata terjadi karena kontrak berakhir secara alami. Kepergian tersebut juga tampaknya menjadi urusan satu keluarga; sumber yang sama menyebut kolaborasi kreatif A$AP Rocky dengan PUMA pun tengah memasuki fase akhir. Desain kolaboratif terakhirnya dengan brand itu diperkirakan akan meluncur ke retailer musim semi ini, menjadi sinyal adanya reset yang jauh lebih luas dalam strategi endorsement selebritas PUMA.
Saat PUMA merapikan ulang strateginya, dunia sneaker sudah ramai berspekulasi soal langkah Rihanna berikutnya. Dengan kerajaan Savage X Fenty dan Fenty Beauty yang kian menggurita di bawah payung LVMH, sang mogul sama sekali tak terburu-buru mengunci kontrak sepatu baru. Entah nantinya ia akan merapat ke raksasa lain seperti Nike atau justru menikmati kebebasan memakai apa pun yang ia mau, pengaruh Rihanna terhadap kultur sneaker perempuan sudah terpatri permanen.
Lihat postingan ini di Instagram



















