FootJoy Tinggalkan Era Kolaborasi, Hadirkan Legends Series
Legends Series terbaru merayakan kejuaraan major lewat storytelling internal yang kuat dan ikonik.
Ringkasan
- FootJoy memperkenalkan Legends Series terbaru yang merayakan momen-momen ikonis kejuaraan major
- Kehadiran Packard dan Marquis 1776 menegaskan bahwa kolaborasi sudah bukan lagi pusat perhatian utama
- Desainnya menyerap kekayaan sejarah Philadelphia sekaligus tetap menghadirkan performa maksimal untuk permainan di level elit
Tahun 2026 menegaskan bahwa kolaborasi bukan lagi pakem bawaan bagi FootJoy. Pernyataan ini dilontarkan dengan sadar bahwa Aimé Leon Dore x FootJoy Marquis yang belum lama dirilis sempat dinobatkan banyak orang sebagai salah satu sepatu golf paling stylish sepanjang masa. Namun beberapa bulan sebelumnya, The PLAYERS Championship berlalu tanpa jejak Players Shoe, proyek yang dikembangkan bersama Jon Buscemi dan selama bertahun-tahun menjadi salah satu kolaborasi favorit komunitas. The Masters justru menghadirkan sesuatu yang benar-benar baru: sepasang sepatu edisi sangat terbatas yang hanya dijual di lokasi acara dan secara online khusus untuk anggota FootJoy.
Untuk major kedua musim ini, brand tersebut akhirnya membuka kartu. Jika sebelumnya bulan Mei identik dengan sentuhan Todd Snyder, tahun ini FootJoy memilih mengandalkan Legends Series—deretan rilis edisi terbatas yang terinspirasi dari kota-kota tuan rumah kejuaraan major.
Premiere Series Packard dan Marquis 1776 merupakan tribut bergaya untuk sejarah Philadelphia, tempat PGA Championship akan digelar pekan depan. Di luar referensi harfiah seperti emblem Liberty Bell pada lidah sepatu dan aksen merah, putih, biru, keduanya menampilkan pengaruh tersebut dengan cara yang lebih subtil. Upper kulit bernuansa grayscale merujuk pada arsitektur kota: mulai dari batu abu-abu hingga blok granit.
Keduanya dijadwalkan rilis pada Selasa, 12 Mei, dengan rangkaian Legends Series lain menyusul pada Juni dan Juli seiring mendekatnya U.S. Open dan Open Championship. Untuk saat ini, bisa dibilang para pencinta kolaborasi lama FootJoy harus rela menerima Aimé Leon Dore sebagai satu-satunya yang tersisa.



















