Set LEGO IDEAS 1.117 Keping Ini Menghormati Warisan Kubisme Pablo Picasso
Dengan memanfaatkan rasio geometri yang presisi, proyek buatan penggemar ini menerjemahkan karya terfragmentasi Picasso tahun 1953 menjadi potret LEGO yang canggih dan siap dipajang.
Ringkasan
- Proyek buatan penggemar yang diusulkan ini mereplika sebuah karya seni tahun 1953 dengan tepat 1.117 keping LEGO.
- Para perakit memanfaatkan rasio geometri tertentu untuk menghasilkan garis miring yang kokoh tanpa perlu menggunakan kepingan engsel putar yang rewel dan rumit.
- Model siap pajang ini hadir dengan bingkai abu-abu opsional, lengkap dengan satu minifigure eksklusif sang seniman.
Pablo Picasso mendapat penghormatan sebagai entri terbaru di platform LEGO IDEAS lewat konsep set “Pablo Picasso Cubism Art: Great Painter Face”, yang menanggalkan batasan standar dalam menyusun bricks demi pendekatan matematika yang lebih ketat. Menerjemahkan estetika terfragmentasi dengan banyak sudut pandang dari karya tahun 1953 ke dalam blok plastik, rancangan ini secara fundamental menantang kisi-kisi vertikal dan horizontal tradisional dari studs standar.
Dengan ukuran lebar 10,7 inci, tinggi 15,75 inci, dan ketebalan sekitar dua inci, model konseptual berisi 1.117 keping ini dirancang untuk fleksibilitas maksimal saat dipajang. Para perakit dapat memilih untuk menyusun karya ini dengan atau tanpa bingkai tepi abu-abu, sehingga bisa langsung digantung di dinding atau berdiri bebas di atas meja. Latar belakangnya dibentuk dengan menumpuk plates miring berwarna tegas dan vivid, yang memperkuat karakter ekspresif dari karya aslinya.
Pencapaian teknis utama dari MOC (My Own Creation) ini terletak pada kekokohan strukturnya. Meniru pergeseran non-linear pada wajah, rambut, dan kemeja di lukisan tersebut membutuhkan kemiringan yang melampaui batas kemampuan plates miring standar. Alih-alih mengandalkan bricks ratchet-swivel — yang hanya tersambung di satu sisi dan membuat bangunan kurang aman — sang kreator menerapkan teorema Pythagoras. Dengan menyusun segitiga siku-siku tegak lurus dengan jumlah studs bilangan bulat yang presisi (menggunakan 4 dan 3 untuk menghasilkan kemiringan diagonal 5 studs, atau 12 dan 5 untuk menghasilkan kemiringan 13 studs), garis-garis geometri miring ini tersangga sepenuhnya di dua titik ujung. Pendekatan matematis ini menjamin bangunan yang kaku dan stabil, sekaligus tetap setia pada karakter abstrak subjeknya.
Melengkapi potret utama, terdapat baseplate hitam berukuran 12×4 studs yang menampilkan satu minifigure eksklusif sang seniman. Figur ini mengenakan kemeja biru dan jumper abu-abu dengan cipratan cat, lengkap dengan kuas kayu berujung cat oranye basah dan palet putih untuk mencampur warna. Tata letak miniatur ini disempurnakan dengan sebuah easel board stand rakitan bricks, yang menampilkan satu-satunya elemen cetak dalam seluruh set: sebuah mikrokanvas dari karya asli “Great Painter Face.”
Tunjukkan dukunganmu melalui platform resmi LEGO IDEAS.


















