15 Koleksi Terlangka di Retrospektif NIGO yang Wajib Kamu Lihat
Saat pameran besar NIGO dibuka di London, NIGO dan kurator Esme Hawes memilih 15 objek langka yang sama sekali nggak boleh kamu lewatkan.
15 Koleksi Terlangka di Retrospektif NIGO yang Wajib Kamu Lihat
Saat pameran besar NIGO dibuka di London, NIGO dan kurator Esme Hawes memilih 15 objek langka yang sama sekali nggak boleh kamu lewatkan.
Pameran retrospektif pertama yang didedikasikan untuk NIGO di luar Jepang resmi dibuka di Inggris, berlokasi di Design Museum, London.
Menampilkan ratusan benda dari arsip pribadi NIGO, ditambah pinjaman terkurasi dari rumah mode seperti Kenzo dan Louis Vuitton, pameran “NIGO: From Japan With Love” ini ibarat gudang harta karun berisi item langka, banyak di antaranya belum pernah dipamerkan sebelumnya.
Rangkaian objek ini menawarkan kilas balik perjalanan karier NIGO hingga hari ini, dibuka dengan replika kamar tidurnya saat remaja dan ditutup dengan sebuah rumah teh yang dipenuhi keramik sebagai penghormatan pada fase hidup yang tengah ia jalani sekarang.
“Kami tahu NIGO punya koleksi fashion dan pakaian yang masif, tapi baru ketika kami datang ke studionya di Tokyo kami sadar bahwa koleksinya jauh melampaui itu,” ujar kurator Esme Hawes kepada Hypebeast.
“[Untuk merkurasi koleksi ini], kami bekerja sangat dekat dengannya, karena banyak cerita yang kami hadirkan di pameran belum pernah dituliskan, hanya hidup sebagai kisah lisan yang selama ini hanya NIGO sendiri yang tahu.”
Menjelang pembukaan pameran, kurator Esme Hawes dan NIGO memilih 15 objek yang benar-benar tak boleh kamu lewatkan.
Jaket 507XX, Levi’s
“Ini adalah item Levi’s pertama yang pernah dibeli NIGO saat masih remaja. Ini model kedua Levi’s, dari tahun 1986. Inilah pakaian vintage pertama yang ia miliki dan ia pakai terus-menerus. Potongan ini sangat ia sayangi, kini penuh sobekan, tambalan, dan hampir terurai. Bagi saya, jaket ini menegaskan kecintaan NIGO pada pakaian—terutama pakaian vintage—sekaligus hasratnya sebagai kolektor.”
Dungarees Whizit, Lee, 1927
“Salah satu item favorit NIGO sekaligus yang paling langka di koleksi pakaian vintage-nya, overall workwear populer ini adalah yang pertama menggunakan ritsleting alih-alih kancing kait. Lee menggelar kontes untuk menamai dungarees ini. Nama pemenangnya, ‘Whizit’—mengacu pada bunyi ritsleting baru itu—lalu melekat selamanya. Popularitasnya melejit berkat dukungan selebritas dan aksi promosi, termasuk di ajang 1927 National Corn Huskers Contest, di mana delapan dari sepuluh pemenang mengenakan sepasang dungarees ini.”
Topi kerja
“NIGO terpesona oleh busana fungsional yang membentuk masa lalu industri Amerika. Desain yang mengutamakan fungsi dan penggunaan material inovatif menjadikan potongan-potongan ini rujukan penting bagi label HUMAN MADE miliknya. Deretan topi kerja ini dibuat antara era 1930-an hingga 1960-an—termasuk topi Carhartt orisinal langka dari 1930-an—dan mudah dikenali sebagai bagian dari gaya personal NIGO sehari-hari.”
Tas belanja NOWHERE pertama
“Pada 1 April 1993, NIGO dan Jun Takahashi (yang ia temui saat berkuliah di Bunka Fashion College) membuka NOWHERE. Terbagi oleh pagar kawat, toko ini awalnya menjual label fashion Takahashi, UnderCover, di satu sisi dan seleksi sportswear Amerika favorit NIGO di sisi lain. Namanya merujuk pada lagu The Beatles, ‘Nowhere Man’, sekaligus permainan kata dari ‘NOW HERE’. Mengusung semangat DIY, logo dicap manual pada kardus dan tas, termasuk yang satu ini.”
Papan nama toko NOWHERE, 1993
“Papan nama ini berasal dari toko NOWHERE yang orisinal, yang dulu berlokasi di Harajuku. NOWHERE adalah momen yang sangat penting karena di sinilah NIGO meluncurkan A Bathing Ape, mungkin label yang paling melekat dengan namanya.”
Kotak hadiah ulang tahun ke-3 NOWHERE, 1996
“NOWHERE merilis kotak merchandise edisi peringatan ulang tahun, menandakan kesadaran para pendirinya sejak awal akan dampak kultural toko ini. Isinya bukan hanya buku peringatan, tetapi juga T-shirt, selebaran, mainan, dan stiker. Kotak ulang tahun ke-3 dengan kemasan kreatif ini sudah memberi teaser humor jenaka yang kelak menjadi ciri khas NIGO.”
‘A-Bomb T-shirt’, BAPE 1993
“Koleksi debut A Bathing Ape berisi pilihan jaket, T-shirt, dan outer dalam jumlah super terbatas—begitu sedikit hingga hanya lima potong dari tiap item yang dipesan dari pabrik dan dijual di toko. Ini adalah salah satu T-shirt BAPE paling awal, dikenal para kolektor sebagai ‘A-Bomb T-shirt’, 1993. Desainnya menampilkan grafis karya Sk8thing dan ‘Boombox tag’ yang hanya muncul pada desain-desain paling awal.”
Jaket nilon era awal BAPE
“Pada awalnya BAPE sangat bernapas DIY, dan kadang hanya lima buah saja yang diproduksi,” kata asisten kurator Rosa Abbott. “Sebagian karena keterbatasan kapasitas produksi NIGO sendiri, tapi di sisi lain, justru membuat setiap item jadi sangat diincar karena edisinya super terbatas,” lanjut Rosa Abbott.
“Ini adalah item pertama yang pernah dimuat di majalah The Face. Seniman graffiti asal Amerika, Futura, mengenakan jaket ini—yang ia beli di London—saat pertama kali kami bertemu di Tokyo,” kata NIGO.
Ape Map of Harajuku, 1996
“Di pertengahan 1990-an, A Bathing Ape terus berekspansi, membuka toko-toko baru di Tokyo termasuk gerai ‘rahasia’ yang digambar secara samar di ‘Ape map’ ini. Toko rahasia yang tergambar halus itu bernama ‘Concept’, dan hanya di sanalah item-item tertentu bisa dibeli.”
Kemeja BAPE Camo
“Item BAPE Camo yang pertama kali dibuat. NIGO ingin brand-nya memiliki motif khas sendiri—seperti monogram Louis Vuitton. Camo menjadi jawabannya. Pola yang diberi nama ‘1st Camo’ ini diciptakan pada 1996 sebagai yang pertama dari banyak motif kamuflase orisinal. Print ini menghadirkan reinterpretasi cloud camo dalam palet hijau zaitun dengan kepala kera terdistorsi—adaptasi dari pola ‘Duck Hunter’ milik US Marine. Dalam berbagai versinya, print ini pernah diaplikasikan ke segalanya, dari sneakers, tisu toilet, alat tulis, hingga furnitur mid-century dan mobil vintage.
Ikon hip-hop Biggie Smalls, alias The Notorious B.I.G, melontarkan print BAPE Camo ke panggung global. Beberapa potong busana custom ukuran XXL dibuat khusus untuk sang rapper, namun sayangnya tak pernah sampai ke tangannya sebelum ia berpulang pada 1997.”
Sweatshirt era awal BAPE
“Beberapa desain BAPE paling awal, dicetak pada sweatshirt Camber dan menampilkan ‘Boombox’ tag. Jika kamu melihat boombox tag, berarti itu produk BAPE yang sangat, sangat awal. Hanya sedikit sekali desain yang memakai tag tersebut.”
Kaleng Pepsi BAPE
“Pada 2001, NIGO menggandeng Pepsi untuk berkolaborasi membuat merchandise BAPE edisi terbatas. Kolaborasi ini membuka jalan bagi kemitraan fashion–korporasi berprofil tinggi di tahun-tahun berikutnya. Visi NIGO adalah merilis kaleng Pepsi yang dibalut penuh motif camo ikonisnya, sehingga BAPE bisa menjangkau basis konsumen yang lebih luas. Harga satu kaleng kurang dari satu dolar, menjadikannya item BAPE yang paling terjangkau saat itu. Kaleng-kaleng ini langsung menjadi barang incaran dan hingga kini sangat diburu komunitas fans BAPE garis keras.”
Jaket suvenir HUMAN MADE ‘Yokosuka Jumper’
“Salah satu potongan pertama yang dirancang NIGO untuk HUMAN MADE, jaket ini terinspirasi dari koleksi jaket sukajan vintage-nya. Ia mempertahankan siluet bergaya flight jacket, namun memberi napas futuristis pada motif hewan klasik, dengan beruang yang distilisasi menyerupai roket. Sulaman yang diaplikasikan di atas desain cetak menambah kedalaman dan tekstur.”
Varsity jacket, Nike × NIGO, 2024
“Pada 2024, NIGO diundang Nike untuk merancang rangkaian sneakers Air Force III eksklusif beserta koleksi pakaian pendamping. Potongan yang satu ini hadir dalam colorway edisi terbatas khusus friends and family, sehingga tidak dijual bebas.”
Varsity jacket, Nike × NIGO, 2024
“Pada 2025, NIGO menggandeng Levi’s dalam kolaborasinya bersama Nike, menghadirkan versi denim dari sneakers klasik Air Force III low. Dalam kampanye iklannya, tampil cut-out NIGO berukuran asli sebagai koboi berbalut denim, terinspirasi dari papan iklan kayu Levi’s era 1940–50-an yang sebelumnya ia koleksi.”