adidas Resmikan “Project R.A.P.” dan Sepatu Basket 3D-Printed Revolusioner
Siluet tanpa nama ini memanfaatkan teknologi additive manufacturing untuk menghadirkan fit super personal yang benar-benar dibuat khusus bagi pemakainya.
Ringkasan
- adidas secara resmi memperkenalkan Project R.A.P. (Radical Athlete Perception), sebuah platform mutakhir yang dirancang untuk melahirkan produk olahraga generasi terbaru melalui teknologi additive manufacturing.
- Menandai aplikasi perdana teknologi baru ini untuk performa olahraga, brand tersebut memperkenalkan sebuah sepatu basket tanpa nama yang seluruh bagiannya dicetak 3D.
- Siluet yang sangat dinantikan ini baru saja melakukan debut di lapangan di kaki guard elit Kansas University, Darryn Peterson, dan dijadwalkan meluncur dalam beberapa bulan mendatang.
adidas resmi membawa sepatu performa ke masa depan. Dalam acara khusus Pro Day yang digelar di Innovation Lab yang baru direnovasi di kantor pusat North America miliknya di Portland, raksasa sportswear ini memperkenalkan Project R.A.P. (Radical Athlete Perception). Menjadi lompatan besar bagi upaya 3D-printing yang terus dikembangkan brand tersebut, platform mutakhir ini memanfaatkan teknologi additive manufacturing tingkat lanjut untuk sepenuhnya mendefinisikan ulang bagaimana atlet merasakan gerakan, dukungan, dan performa di lapangan.
Untuk menunjukkan potensi sesungguhnya dari platform baru Project R.A.P., adidas memperkenalkan aplikasi performa olahraganya yang pertama: sepatu basket yang seluruhnya dicetak 3D. Dibangun sepenuhnya berdasarkan gerakan dan persepsi atlet, siluet inovatif ini secara khusus dirancang untuk menghadirkan fit yang benar-benar personal. Dengan memanfaatkan teknik 3D-printing tingkat lanjut, struktur internal sepatu dapat disetel dengan sangat presisi untuk menghadirkan tingkat dukungan, bantalan, dan kekakuan yang sangat spesifik dan terukur—sesuatu yang mustahil dicapai oleh metode produksi sneaker tradisional.
Meski sneaker futuristis ini baru saja diperkenalkan secara resmi, ia sudah lebih dulu teruji di panggung terbesar basket tingkat universitas. Model 3D-printed ini belum lama ini melakukan debut di lapangan dengan sorotan besar selama turnamen NCAA, dikenakan oleh guard bintang lima elit, Darryn Peterson, dari Kansas Jayhawks.
Dengan mempertemukan atlet dan desainer dalam satu ruang untuk menguji, belajar, dan berinovasi secara real-time, adidas membuktikan bahwa investasi besar mereka dalam teknologi additive menjangkau jauh melampaui model lifestyle dan running. Meski siluet basket ini menjadi yang pertama hadir, brand tersebut juga mengonfirmasi bahwa sebuah sepatu American football dengan stud cetak 3D yang memanfaatkan platform Project R.A.P. yang sama persis saat ini tengah dikembangkan.
Meski nama resmi dan harga ritel belum diumumkan, sepatu basket 3D-printed adidas Project R.A.P. ini diperkirakan akan hadir di rak-rak ritel dalam beberapa bulan mendatang.


















