Canon PowerShot G7 X Mark III 30th Anniversary Graphite Edition, Rilis Kolektor Kekinian
Canon menghidupkan lagi kamera compact viralnya lewat bundel kolektor berbalut grafit untuk kreator yang mengejar estetika xenon-flash ala konten TikTok.
Ringkasan
- Canon merayakan 30 tahun PowerShot dengan merilis PowerShot G7 X Mark III 30th Anniversary Edition berbalut grafit yang tetap mempertahankan spesifikasi inti kamera versi 2019.
- Kamera compact edisi terbatas ini menyasar para kreator yang menghidupkan kembali popularitas G7 X Mark III, lengkap dengan bundling Peak Design wrist strap dan kartu SD, serta dibanderol di segmen harga premium.
- Peluncuran ini hadir di momen ketika kamera compact kembali naik daun, dengan Canon diam-diam memberi sinyal bahwa mereka tengah meningkatkan produksi PowerShot dan menyegarkan aksesori seperti baterai seri NB miliknya.
Edisi PowerShot G7 X Mark III 30th Anniversary Edition adalah momen kemenangan Canon untuk kamera compact yang menolak punah. Untuk menandai tiga dekade sejak PowerShot 600 pertama, Canon mengambil G7 X Mark III terlarisnya—yang sudah mendapat cap TikTok-approved—dan merilis ulang dalam balutan grafit edisi terbatas dengan ring depan bertekstur twill, logo 30th anniversary yang subtil, serta kemasan edisi khusus yang terasa sangat kolektibel. Di balik tampilannya, ini tetap kuda kerja vlogging 2019 yang sama: mengusung sensor 1-inch type, lensa zoom cepat 24–100mm ekuivalen f/1.8–2.8, layar sentuh yang bisa dilipat ke atas, dan video 4K yang menjadikannya pilihan default para influencer.
Canon memanfaatkan rilis ini untuk bermain di kartu kelangkaan dan nostalgia. Versi standar berwarna hitam dan perak sudah berbulan-bulan masuk daftar tunggu, dijual di atas harga MSRP awal di pasar resale karena kreator memburu karakter foto compact dengan xenon flash yang tajam, jauh dari estetika smartphone. Anniversary Edition ini dibanderol lebih tinggi dari model reguler dan, di beberapa wilayah, dibuat kian menggoda dengan tambahan sebuah Peak Design cuff strap dan kartu 32GB, yang semakin menguatkan kesan sebagai satu set kit terkurasi, bukan sekadar ganti warna. Stok sengaja dibuat terbatas, dengan beberapa pasar bahkan menerapkan sistem undian dan pembelian eksklusif di toko untuk menekan aksi para flipper.
Jika dilihat lebih luas, langkah ini sekaligus menjadi pernyataan bahwa PowerShot masih relevan di 2026. Data industri menunjukkan pengiriman dan pendapatan kamera compact kembali menanjak, dan Canon diam-diam meningkatkan produksi sambil menyetel ekosistemnya lewat baterai pengganti seri NB yang lebih aman yang bisa langsung digunakan pada bodi PowerShot yang sudah ada. Dipasangkan dengan lini PowerShot V terbaru yang berfokus pada video dan lensa ultra-wide RF generasi baru, G7 X Mark III berbalut grafit ini terasa bukan sebagai salam perpisahan, melainkan cara Canon menguji seberapa jauh gelombang premium compact masih bisa terus melaju.




















