Neo Frame Jumping Hour Pimpin Deretan Jam Tangan Musim Semi Terbaru Audemars Piguet
Menghadirkan jajaran terbaru Code 11.59 dan Royal Oak dalam berbagai interpretasi segar.
Di AP Social Club tahun ini, Audemars Piguet mengundang komunitasnya untuk menyaksikan “Crafting Time”, sebuah perayaan ketika inovasi bertemu warisan dan keahlian turun-temurun berpadu dengan teknologi yang terus melaju. Tahun ini, sang Manufacture terus berevolusi lewat deretan jam tangan yang menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan, menghadirkan rangkaian koleksi musim semi yang kaya, mengeksplorasi bentuk baru, material mutakhir, dan calibre generasi berikutnya. Dari kebangkitan kembali mekanisme jumping hour era 1920-an dan seni openworking hingga penggunaan material tercanggih seperti Bulk Metallic Glass (BMG), koleksi ini mendorong batas desain dan performa. Merentang dari keluarga Royal Oak hingga Code 11.59, kreasi-kreasi ini menantang ekspektasi dan menawarkan cara baru dalam menikmati waktu, sembari merayakan sentuhan manusia yang tak tergantikan serta semangat kolaborasi di jantung sang Manufacture.
Simak rangkaian lengkapnya berikut ini dan kunjungi situs resmi AP untuk detail lebih lanjut seputar harga dan ketersediaan.
Neo Frame Jumping Hour
AP memberi penghormatan pada sejarah form watch-nya lewat Neo Frame Jumping Hour, jam tangan berbentuk persegi panjang yang terinspirasi dari pre-model “Streamline Moderne” 1271 tahun 1929. Jam tangan ini dibekali case pink gold 18 karat dengan gadroon aerodinamis di kedua sisi serta dial safir hitam berlapis PVD yang mengekspos tampilan jam digital. Untuk menjamin ketahanan air hingga 20 meter tanpa bingkai dial logam tradisional, sang Maison mengembangkan teknik baru yang menyatukan pelat dial langsung ke kristal safir.
Model ini digerakkan oleh Calibre 7122 terbaru, movement jumping hour selfwinding in-house pertama sang Maison. Dikembangkan dari Calibre 7121 yang menjadi basis model “Jumbo”, mekanisme ini dilengkapi sistem peredam kejut berpaten yang mencegah cakram jam—dibuat dari titanium demi ketahanan—melompat secara tak sengaja saat terkena benturan. Movement ini menawarkan cadangan daya 52 jam dan disempurnakan dengan dekorasi halus yang dapat diapresiasi melalui caseback safir.
Royal Oak Selfwinding Chronograph 38mm
Menandai evolusi teknis penting untuk lini berukuran medium, Royal Oak Selfwinding Chronograph 38mm terbaru hadir untuk pertama kalinya dengan Calibre 6401 in-house. Movement chronograph terintegrasi ini menggantikan Calibre 2385 yang telah lama digunakan, menghadirkan sistem vertical clutch, cadangan daya 55 jam, serta tata letak dial yang lebih simetris dengan tanggal di posisi antara pukul 4 dan 5. Untuk pertama kalinya di koleksi 38 mm, caseback safir memperlihatkan rotor openworked dari emas 22 karat lengkap dengan finishing Côte de Genève.
Peluncuran ini mencakup tiga referensi berbeda yang tetap mempertahankan ketebalan 11 mm meski menggunakan movement baru. Versi stainless steel menampilkan dial Grande Tapisserie “Bleu Nuit, Nuage 50” ikonis, sebuah penghormatan pada estetika Royal Oak orisinal. Dua model lain hadir dalam pink gold 18 karat: satu dengan dial abu-abu dan counter beige untuk kontras hangat yang modern, dan satu lagi dengan dial bernuansa sand gold serta bezel bertabur berlian untuk kilau ekstra.
Code 11.59 by Audemars Piguet Selfwinding
Melanjutkan ekspansi lini serbaguna 38 mm yang diperkenalkan pada 2023, dua varian baru pink gold 18 karat dari Code 11.59 by Audemars Piguet Selfwinding kini hadir. Kedua model ini menonjolkan kontras elegan: satu referensi memadukan case emas hangat dengan dial hitam bertekstur emboss dan strap alligator senada, sementara yang kedua menampilkan dial perak berkilau yang dipadukan dengan strap calfskin cokelat. Keduanya mengusung motif lingkaran konsentris khas koleksi ini, dirancang untuk bermain dengan cahaya dan kedalaman.
Di dalamnya, kedua jam tangan ini digerakkan oleh Calibre 5900, movement selfwinding modern yang menggabungkan profil ramping 3,9 mm dengan frekuensi tinggi 28.800 vph. Movement ini menawarkan cadangan daya 60 jam dan menampilkan dekorasi halus seperti sudut-sudut yang dipoles dan brushing satin vertikal yang tampak melalui caseback safir. Kehadiran model-model ini menegaskan ukuran 38 mm sebagai pilar elegansi uniseks yang refined dalam koleksi Code 11.59.
Code 11.59 by Audemars Piguet Selfwinding Flying Tourbillon dengan Dial Bernuansa Ivory
Code 11.59 Selfwinding Flying Tourbillon 41 mm terbaru menghadirkan estetika sophisticated lewat perpaduan white gold 18 karat dengan bagian tengah case dari keramik hitam. Pusat perhatian jatuh pada dial bernuansa ivory yang menampilkan pola ripple konsentris khas koleksi ini, diciptakan bersama artisan guilloché Yann von Kaenel. Pola tersebut diaksentuasi oleh jarum dan indeks jam dari pink gold, menghadirkan sentuhan hangat yang kontras dengan nuansa ivory dingin dan hitam pada inner bezel serta strap.
Pada posisi pukul 6, flying tourbillon Calibre 2950 berputar tanpa jembatan atas, memberikan pandangan tanpa halangan ke organ pengatur waktu. Movement selfwinding ini, yang pertama kali hadir di koleksi pada 2019, menawarkan cadangan daya 65 jam dengan frekuensi 3 Hz. Arsitektur case yang kompleks, dengan bagian tengah keramik yang dijepit di antara lug dan bezel emas, menegaskan keahlian sang Manufacture dalam memfinishing berbagai material hingga standar tinggi yang seragam.
Code 11.59 by Audemars Piguet Selfwinding Perpetual Calendar Openworked 41mm
Referensi ini menandai perpetual calendar openworked pertama dalam koleksi Code 11.59, digerakkan oleh Calibre 7139 in-house terbaru. Berdiameter 41 mm, jam tangan ini hadir dalam case two-tone dengan bagian tengah keramik hitam dipadu bezel dan lug white gold 18 karat, membingkai dial safir yang menyingkap movement rumit dengan sentuhan akhir serba handmade. Calibre 7139 yang ergonomis ini memperkenalkan sistem koreksi mahkota all-in-one yang inovatif, memungkinkan pemakai mengatur hari, tanggal, bulan, dan fase bulan tanpa korektor tersembunyi maupun alat tambahan.
Tata letak dial didesain ulang agar mudah dibaca secara intuitif, dengan indikator minggu melalui jarum pusat dan subdial kalender yang diatur demi harmoni visual. Zona merah “no-correction” pada indikator 24 jam melindungi mekanisme dari kerusakan selama siklus pergantian tanggal. Jembatan-jembatan openworked pada movement, yang dikerjakan dengan teknologi EDM dan V-angles yang dipoles tangan, menciptakan permainan cahaya dan bayangan yang dramatis, terlihat baik dari sisi dial maupun caseback safir.
Royal Oak Mini Quartz
Memperluas keluarga Royal Oak Mini yang diluncurkan pada 2024, dua model baru berukuran 23 mm memperkenalkan stone dial ke dalam koleksi, menggeser fokus dari finishing emas ke seni tata permata. Model pertama menampilkan case pink gold 18 karat yang dipadukan dengan dial black onyx berkilau seperti cermin dan indeks jam bertabur berlian, menciptakan tampilan kuat dengan kontras tegas. Referensi kedua memadukan case yellow gold 18 karat dengan dial mother-of-pearl putih berkilau, menggemakan kembali estetika desain Royal Oak bersejarah.
Kedua jam tangan ini digerakkan oleh movement quartz Calibre 2730, yang menawarkan masa pakai baterai lebih dari tujuh tahun serta fungsi “switch” untuk menghemat energi saat disimpan. Meski bertenaga quartz, movement ini mendapatkan finishing dengan standar tinggi yang sama seperti calibre mekanis sang Manufacture. Model-model ini meninggalkan finishing Frosted Gold dari edisi terdahulu demi permukaan satin-brushed dan polished klasik, sehingga keindahan alami stone dial dapat tampil maksimal.
Royal Oak Offshore Diver
Royal Oak Offshore Diver 42 mm yang penuh jiwa petualang hadir kembali dalam tiga iterasi baru bernuansa vibrant yang bermain pada warna dan kontras. Ketiganya mengusung case stainless steel dengan dua crown keramik hitam dan digerakkan oleh Calibre 4308 selfwinding, dengan ketahanan air hingga 300 meter. Dua referensi pertama memakai dial Méga Tapisserie hitam dengan zona selam 0–15 menit berlapis lume dalam warna pink atau turquoise, dipasangkan dengan strap karet interchangeable senada.
Variasi ketiga hadir dengan dial Méga Tapisserie berwarna teal pekat yang dipertegas oleh jarum dan indeks jam pink gold berluminesensi untuk sentuhan sophisticated. Model ini dilengkapi zona 0–15 menit berwarna putih pada inner rotating bezel serta aksen pink gold pada crown untuk menguatkan skema warna. Edisi-edisi penuh warna ini meneruskan warisan Offshore Diver dalam memadukan fungsi tangguh dengan desain sporty yang ekspresif.
Royal Oak Selfwinding Yellow Gold dengan Dial Malachite
AP menghadirkan dua model Royal Oak Selfwinding baru dalam yellow gold 18 karat, tersedia dalam ukuran 37 mm dan 41 mm. Keduanya dibedakan oleh dial malachite hijau vivid, di mana kandungan tembaga alami batu tersebut menciptakan pola garis-garis unik yang menjadikan setiap jam benar-benar satu-satunya. Permukaan malachite yang dipoles dihiasi indeks jam dan jarum dari yellow gold, menjaga keterbacaan sekaligus selaras dengan material case.
Versi 37 mm ditenagai Calibre 5909, sementara model 41 mm menggunakan Calibre 4309; keduanya merupakan movement selfwinding berkinerja tinggi dengan cadangan daya masing-masing 60 dan 70 jam. Menyusul rilisan dial turquoise tahun 2023, edisi malachite ini memperdalam eksplorasi brand terhadap stone dial alami dalam bingkai ikonis Royal Oak.
Royal Oak Offshore Selfwinding Chronograph 43mm
Dua Royal Oak Offshore Selfwinding Chronograph 43 mm terbaru mengeksplorasi material kontemporer dengan memadukan titanium dan keramik untuk kontras yang tegas. Model pertama menampilkan case keramik “Bleu Nuit, Nuage 50”—sebuah penghormatan pada warna warisan brand—dengan detail titanium serta dial Méga Tapisserie beige. Model kedua menggunakan case titanium dengan bezel, pusher, dan crown keramik hitam yang membingkai dial PVD hijau smoked.
Kedua chronograph ini digerakkan oleh Calibre 4401 flyback terintegrasi, dengan column wheel dan vertical clutch untuk pengoperasian yang presisi. Rotor berlapis hitam pada movement ini dapat dilihat melalui caseback safir, menyempurnakan estetika sporty berteknologi tinggi pada case. Model-model ini dilengkapi strap interchangeable—calfskin untuk versi keramik biru dan karet untuk model titanium—yang menonjolkan fleksibilitas dan keanggunan yang tangguh.
Royal Oak “Jumbo” Extra-Thin Openworked 39mm
Royal Oak “Jumbo” Extra-Thin Openworked 39 mm menampilkan estetika tone-on-tone yang sophisticated, memadukan case titanium dengan bezel dan sekrup dari Bulk Metallic Glass (BMG). Material inovatif ini menawarkan ketahanan gores luar biasa dan kilau intens yang kontras dengan titanium berfinishing matte. Tampilan monokrom berlanjut hingga ke Calibre 7124 openworked bernuansa rhodium, yang sepenuhnya terlihat melalui dial dan caseback safir.
Untuk menjaga keterbacaan di atas latar mekanis yang rumit, jam tangan ini menggunakan indeks jam dan jarum dari white gold 18 karat berlapis hitam yang diisi material luminesensi. Movement ini sendiri sangat tipis, hanya 2,7 mm, sehingga case dapat mempertahankan profil ramping setebal 8,1 mm. Model ini menjadi contoh sempurna keahlian openworking Audemars Piguet, yang mengurangi material hingga ke esensinya untuk menyingkap jantung jam, sembari memanfaatkan material canggih pada bagian eksterior.
Royal Oak Double Balance Wheel Openworked 37mm
Melengkapi material high-tech pada rilisan “Jumbo” 39 mm, Royal Oak Double Balance Wheel Openworked 37 mm terbaru mengusung estetika monokrom berkilau yang sepenuhnya diwujudkan dalam yellow gold 18 karat. Logam mulia bernuansa hangat ini merentang dari case dan gelang terintegrasi hingga ke dial openworked, menciptakan efek tone-on-tone mulus yang merayakan warisan artisana sang Manufacture. Untuk menjaga keterbacaan optimal di atas latar mekanis keemasan, dial menggunakan indeks jam dan jarum silver-grey berluminesensi, sementara caseback safir menampilkan rotor bernuansa emas serasi yang menyempurnakan harmoni visual.
Di jantung jam ini berdenyut Calibre 3132 berpaten, movement selfwinding yang dikenal berkat mekanisme double balance wheel yang pertama kali diperkenalkan sang Manufacture pada 2016. Sistem kompleks ini menggabungkan dua balance wheel dan dua hairspring yang dirangkai pada satu sumbu, sebuah konstruksi yang secara signifikan meningkatkan presisi dan stabilitas jam. Openworking rumit pada movement memungkinkan cahaya menembus case 37 mm, menonjolkan kedalaman arsitektural dan detail finishing tangan pada mekanisme.
Royal Oak Perpetual Calendar Selfwinding 41mm
Royal Oak Perpetual Calendar Selfwinding 41 mm terbaru menghadirkan perpaduan sophisticated antara warisan dan material berteknologi tinggi, dengan case dan gelang yang sepenuhnya dibuat dari keramik “Bleu Nuit, Nuage 50”. Nuansa biru tua ini, warna signature yang berakar pada sejarah brand, diperkaya oleh permainan permukaan polished dan satin-brushed, menciptakan arsitektur yang ringan namun kokoh. Dial “Grande Tapisserie” meneruskan estetika monokrom dengan counter dan inner bezel biru, dikontraskan oleh indeks jam white gold 18 karat untuk keterbacaan yang jelas.
Secara mekanis, jam tangan ini ditenagai Calibre 7138, movement selfwinding yang memperkenalkan sistem penyesuaian mahkota all-in-one berpaten. Inovasi ini memungkinkan pengguna mengatur fungsi kalender langsung melalui mahkota tanpa alat tambahan, menyederhanakan pengalaman pemakaian sekaligus melindungi mekanisme dari kerusakan. Movement ini berdetak pada frekuensi 4 Hz dengan cadangan daya 55 jam, yang dapat dilihat melalui caseback titanium dan safir.
150 Heritage
Merayakan satu setengah abad keunggulan, 150 Heritage adalah jam saku edisi terbatas yang menjembatani observasi astronomi dengan seni pembuat jam ultra-komplikasi. Dibingkai dalam platinum berukir tangan, jam ini menampung Calibre 1150 manual-winding, mahakarya mekanis dengan 47 fungsi dan 30 komplikasi, termasuk Grande Sonnerie, minute repeater, flying tourbillon, dan chronograph split-seconds flyback. Dial utama menampilkan enamel Grand Feu biru tembus pandang dan angka Romawi dari white gold 18 karat yang diukir tangan, mencerminkan standar tertinggi métiers d’art.
Salah satu fitur paling khas dari mahakarya ini adalah Universal Calendar yang terlihat pada caseback—sebuah kalkulator mekanis yang berdiri sendiri terpisah dari movement dan melacak siklus matahari, bulan, serta lunisolar. Mekanisme ini menampilkan 18 indikasi, termasuk penanda musim dan perayaan budaya global, semuanya tersinkronisasi hingga tahun 2099. Terbatas hanya dua buah karya unik, 150 Heritage menggabungkan inovasi ergonomis modern seperti sistem push-piece yang dioptimalkan untuk kenyamanan sentuhan, sehingga penghormatan historis ini tetap intuitif secara fungsi.



















