Laze, Mardial & Basboi Singgung Budaya Populer yang Makin Dangkal di Single "Anggap Michelin"
Kritik sosial dengan gaya yang ringan dan satir
Laze dan Mardial resmi melepas single ketiga dari EP kolaboratif mereka Dreams Are Made in Pasar Minggu berjudul “Anggap Michelin.” Kali ini keduanya menggandeng Basboi, setelah sebelumnya merilis “Kalkulasi Berkat” bersama Kay Oscar dan “Asalutau” bareng Obyrins & ChronicalZ.
“Anggap Michelin” membawa kritik sosial dengan gaya yang ringan dan satir. Liriknya menyorot kesenjangan antara si kaya dan si miskin, budaya populer yang makin dangkal, sampai industri musik yang lebih mengejar uang daripada kualitas. Dengan wordplay khas Laze dan delivery Basboi yang playful, mereka membalik makna kemewahan dan kesederhanaan, menyebut penderitaan sebagai “michelin” dan hidup berat seperti “mie instan.”
Dari sisi produksi, Mardial kembali memegang kendali penuh sebagai produser. Beat-nya minimal, padat, dan memberi ruang buat lirik jadi fokus utama. Hasilnya terdengar santai di permukaan, tapi pesannya tetap berat. Lagu ini terasa seperti protes kreatif yang disampaikan dengan cara elegan tanpa harus terdengar menggurui.
“Anggap Michelin” sudah rilis per 23 Januari 2026 dan jadi pemanasan sebelum EP Dreams Are Made in Pasar Minggu meluncur seminggu setelahnya.
View this post on Instagram












