Laze dan Mardial Bikin Ode Buat Tempat Mereka Berasal di EP "Dreams Are Made in Pasar Minggu"
Berisikan 8 tracks, dari drill sampai dangdut
Laze dan Mardial resmi ngerilis proyek kolaborasi perdana mereka lewat EP “Dreams Are Made in Pasar Minggu,” sebuah rilisan 8 track yang jadi ode buat tempat keduanya tumbuh besar.
Sebelumnya, keduanya udah merilis tiga single yang lebih dulu: “Kalkulasi Berkat” ft. Kay Oscar, “Asalutau” ft. Obyrins & ChronicalZ, dan “Anggap Michelin” ft. Basboi.
Secara konsep, EP ini ngebahas perjalanan mereka dari Pasar Minggu, baik secara personal maupun musikal. Dibanding karya Laze sebelumnya, nuansanya terasa lebih ringan dan penuh humor, karena seluruh proses rekamannya banyak diisi tawa dan candaan bareng para kolaborator. Dari sisi sound, Mardial banyak eksplor, mulai dari drill sampai dangdut, nunjukin range produksinya yang luas di ranah hip hop.
Hampir semua track diisi kolaborasi, dengan nama-nama seperti Obyrins (PORIS), ChronicalZ, Basboi, he-sa, Jebung, Santini, plus kemunculan alter ego ikonik Mardial, Mamang Kesbor. Focus track-nya, “Bawa Uang” ft. Santini,” hadir dengan format Hipdut (hip hop dangdut) yang secara sonik lebih dekat ke akar dangdut klasik, terinspirasi karya-karya Rhoma Irama, bukan gaya Hipdut modern kebanyakan.
EP “Dreams Are Made in Pasar Minggu” sudah tersedia di seluruh DSP, lengkap dengan visualizer di channel YouTube resmi Laze, sementara video musik untuk tiga singlenya juga sudah tayang. Buat Mardial, proyek ini jadi salah satu impian sebagai produser karena akhirnya bisa ngerjain karya besar bareng “rekan sejak hari pertama,” sekaligus merepresentasikan kampung halaman mereka sendiri.
View this post on Instagram
















