Menampilkan kerah jaket metalik gradasi, nuansa pirus dan biru yang dominan, serta sepatu mokasin air dalam berbagai pilihan warna.
Mengangkat kelas busana “prototipe” seperti celana jin denim, kaus, dan jaket bomber melalui teknik adibusana.
Maximilian Davis memberikan napas baru pada busana kerja era 1940-an menggunakan material modern, sebagai bentuk perayaan atas momen ketika para perempuan mulai merambah dunia kerja.
Menampilkan gaun yang dihiasi dengan peralatan makan perak pipih dan rangkaian kain motif bunga yang mengingatkan pada taplak meja berlaminasi.
Mendeklarasikan “optimisme dalam keringanan”, koleksi ini menjadi ekspresi lembut dari Musim Panas yang diwujudkan melalui busana yang lebih ringan dan longgar, siluet hibrida, serta detail crochet.
“Gucci berakar pada hasrat untuk menjadi bagian dari dunia yang lebih glamor, serta keberanian untuk membentuk kembali dunia itu sesuai citra diri Anda,” tulisnya dalam catatan peragaan.
Dengan penampilan rapper Inggris Central Cee di runway, Direktur Kreatif Daniel Lee membawa label Inggris ini ke arah yang ceria lewat perpaduan motif floral dan kotak-kotak yang bertabrakan.
Dalam catatan untuk peragaan terakhirnya, sang Direktur Kreatif menulis, “Koleksi ini adalah esensi Diesel: disruptif, seksi, cair, menyenangkan. Kita semua ada di dalamnya bersama-sama: mari lakukan satu putaran lagi.”
Menampilkan salah satu koleksi paling berani sang desainer hingga saat ini, sarat warna-warna jenuh dan detail bulu kuda yang memikat.
Memperkenalkan koleksi perempuan perdana dalam setengah abad, deretan kolaborasi baru, serta kapsul Made in Japan.
Ikuti terus tren terbaru di industri fashion.
Saat runway dilanda suhu panas yang memecahkan rekor, tren seperti biru akuatik, oranye semburat matahari, celana boxer, dan kemeja transparan tampak menjadi jawaban mode terhadap temperatur yang terus meningkat.