Edisi khusus wanita ini hadir dengan pembagian dua warna yang tegas di tiap panel, tanpa gradasi, tumpang-tindih, atau tambahan warna lain yang mengganggu belahan tersebut.
Running klasik rancangan Tinker Hatfield dari era 90-an ini tampil cozy untuk musim gugur, memadukan tekstil tartan berwarna cerah ke dalam konstruksi berlapis yang ikonik.
Skema warna hampir monokrom dengan sentuhan lembut “Pale Yellow.”
Silhouette futsal awal 2000-an ini kembali dengan suede hitam berbulu, tali asimetris, dan sentuhan Volt minimal yang tetap setia pada nuansa hari pertandingan.
Nubuck “fir green” dipadukan dengan overlay cokelat earthy yang kece.
Siluet eksperimen untuk perempuan ini memadukan print bunga penuh warna dan cage luar transparan yang bisa dilepas, menghadirkan tampilan musim panas yang ringan dan modular.
Runner ikonik era ’90-an ini tampil makin mewah dengan kulit bertekstur emboss buaya, detail anthracite, dan sentuhan metallic grey yang elegan.
Dark Team Red dan Dark Spruce jadi andalan palet glossy bernuansa musim dingin pada siluet klasik ini.
Mengambil inspirasi estetika dari franchise horor ikonik ‘Scream’.
Jaringan minimarket 7-Eleven menuding garis oranye, hijau, dan merah pada Air Max 95 terbaru meniru branding tri-color miliknya yang sudah terdaftar sebagai merek dagang.
22 foam node mengubah koneksi otak–tubuh jadi ritual wajib sebelum pertandingan.
Dibalut warna “Midnight Navy” dari upper hingga outsole.