Mendeklarasikan “optimisme dalam keringanan”, koleksi ini menjadi ekspresi lembut dari Musim Panas yang diwujudkan melalui busana yang lebih ringan dan longgar, siluet hibrida, serta detail crochet.
Koleksi ini mengeksplorasi otonomi tubuh, pakaian dalam sebagai busana luar, serta tailoring fluid lintas batas gender.
Rumah mode ini menghadirkan siluet yang terus bergeser, proporsi terinspirasi busana boneka, serta kolaborasi Havaianas bertumpuk.
Saat runway dilanda suhu panas yang memecahkan rekor, tren seperti biru akuatik, oranye semburat matahari, celana boxer, dan kemeja transparan tampak menjadi jawaban mode terhadap temperatur yang terus meningkat.
Siluet rileks dan material menyejukkan mengundang suasana liburan pesisir, dari celana linen, knitwear mesh berembus ringan, hingga tailoring super-ringan.
Menjelajah dunia buram nan romantis yang terasa seperti mimpi.
Presentasi runway di Milan menjembatani gaya prep gentleman klasik dengan perlengkapan outdoor berperforma tinggi dan tekstil artisana.
Ansambel putih tembus pandang hadir kontras di runway, berdampingan dengan dominasi leather dan denim yang bold.
Terinspirasi dari perjalanan ke Gabon, desainer Satoshi Kuwata menghadirkan tema jaring nelayan artisana dan detail overlay “Japanese Square Knot” ke panggung Milan Fashion Week.
Desainer berbasis London ini memadukan sportswear dan tailoring di Milan sembari menampilkan preview kolaborasi terakhirnya bersama lululemon.