Siluet kolaboratif ini menangkap lanskap Kolombia lewat kulit bertekstur kulit buaya dan dubrae khusus.
Rilisan regional ini hadir dengan suede abu-abu berbulu, branding tersembunyi di bagian dalam lidah sepatu, serta detail tumit transparan.
Lebih dari 100 pasang sepatu bertanda tangan, termasuk Air Jordan PE grail dan memorabilia yang dikenakan di panggung, akan dilelang demi mendukung anak muda Detroit.
Sneaker eksklusif untuk wanita ini menampilkan upper netral yang kalem, dipadu aksen warna cerah pada bagian bawah dan kemasan edisi spesial.
“Prince of Reggaeton” itu menggodah fans dengan first look siluet monokromatik ini sebelum tampil di upacara pembukaan.
Varian alternatif bernuansa emas di atas suede abu-abu ini muncul bersamaan dengan kabar penutupan toko fisik milik Marcus Jordan.
Sneaker retro ikonik dengan detail laser ini disebut-sebut akan dirilis ulang untuk pertama kalinya sejak debut perdananya.
Membangun instalasi seni “The Weight Of Progress” di pusat kota NYC bareng game mobile ala Tetris.
Jordan Brand melanjutkan deretan retro-nya dengan comeback berani dari klasik 2013 ini.
Legenda Atlanta itu memberi sneak peek koleksi “Brick After Brick” karya Nigel Sylvester bersama Jordan Brand yang akan segera rilis.
Bintang BMX ini mengajak fans menyelami bab kedua dari perjalanan Bike Air “Brick” miliknya.
Duet terbaru mereka dalam seri kolaborasi ini hadir bareng Crocs bertema ‘One Piece’, Supreme x Nike SB, CLOT x adidas, dan banyak lagi.