Bintang utama SHINee ini mengurai bagaimana puncak karier dan luka yang ia kumpulkan selama bertahun-tahun menjadi landasan untuk batas yang kini ingin ia lewati.
Mengganti mesh dengan nilon dan nubuck, label Jepang ini menghadirkan kecanggihan yang subtil pada sepatu lari trek era 2000-an.
Label Jun Takahashi mengunjungi kembali pahlawan fiksinya dari 2011, 15 tahun kemudian, lewat pemutaran perdana film di Shibuya.
Buku hardcover setebal 276 halaman ini menampilkan foto film dan iPhone yang belum pernah dipublikasikan, mengajak pembaca menyusuri arsip kreatif sang desainer.
Konstruksi indigo ini memadukan kriya Jepang berusia berabad-abad dengan sol sneaker khas label tersebut, menghasilkan hibrida yang memancarkan nuansa warisan sekaligus streetwear.
Lima puluh tahun setelah model orisinalnya debut, kronograf baru ini memadukan warisan balap vintage dengan material berperforma modern.
Set mainan koleksi ini mengubah jajaran karakter Bikini Bottom menjadi kru Topi Jerami, lewat pertukaran peran setiap karakternya.
Terinspirasi budaya mobil “young-timer” era 1970-an, jenama jam tangan Jepang ini memperkenalkan Prospex Heritage Motoring Countdown Speedtimer dalam warna Powder Blue dan Petrol Blue.
Roller coaster luar ruang pertama di taman ini melaju hingga 116 km/jam dengan kereta yang berputar dan mensimulasikan aksi drifting—yang tercepat di jajaran taman Universal di dunia.
Edisi pesanan khusus ini mengusung konstruksi sol krep dan Vibram, insole turkuois, serta tiga pilihan tali sepatu yang dapat diganti-ganti.
Mesin jam mekanis manual ini menampilkan jembatan berbentuk angka Romawi seolah melayang di dalam case, ditemani model otomatis dengan dial burgundi bergradasi.
Brand vila desain ini membangun tempat peristirahatan berbentuk Poké Ball di Hokkaido, dengan pengungkapan lengkap dijadwalkan pada 15 September.