Heel berbentuk rear wing, detail halo, dan sol terinspirasi velg membawa bahasa visual F1 ke siluet Crocband Clog dan Classic Runner.
Seniman multimedia berbasis Seoul ini mengubah sneakers low-top kanvas pudar dengan grafis dan lettering yang edgy.
Hadir dengan upper off-white yang bersih, satu logo Jumpman Infrared di midfoot, dan jajaran atlet siap Piala Dunia.
Kolaborasi kedua brand LA ini dengan Nike mengubah Total 90 III jadi mule tanpa belakang untuk gaya santai, hadir dalam dua colorway dengan fokus material.
Hadir bareng siluet Cloudtilt Hi dan varian Cloudsolo.
Mengganti kuning keemasan khas dengan biru pirus yang ikonik, kolaborasi unik ini memberi penghormatan pada salah satu gerai fast food paling terkenal di Arizona.
Mengganti leather putih klasik dengan nuansa cokelat bumi yang kaya, colorway baru nan elegan ini makin memoles siluet ikonis tersebut.
Mengusung estetika avant-garde yang sengaja tampak “imperfect”, New Balance 1906A terbaru ini hadir dengan palet netral bernuansa gurun dan overlay memanjang pada siluet runner favorit banyak orang.
Lima colorway, detail finishing handmade, dan kampanye bareng Gene Gallagher menghadirkan ideologi optimis Madhappy ke Chuck 70 Hi dan Ox dalam kolaborasi kedua mereka.
Resmi mengonfirmasi kembalinya heel branding ikonik “Nike Air”, colorway legendaris rilisan 1988 ini siap kembali menghantam retailer musim panas ini.
Dengan detail tekstur kulit ular yang halus serta nomor jersey ikonik Kobe 8 dan 24, siluet lifestyle ini akan rilis akhir bulan ini.
ASICS melepas bagian tumit dari salah satu siluet paling populernya, mempertahankan bantalan GEL dan sistem tali untuk gaya slip-on bernuansa sepatu lari awal 2000-an.