Dapat dikunjungi hingga 31 Mei 2026.
Sedang dipamerkan di Perrotin New York hingga akhir bulan.
Karya sureal dari cetakan lava, bulu dari kulit lebah, hingga kaca yang dibentuk sambaran petir.
‘We’ll Meet Again’ di Fukuoka Asian Art Museum menampilkan lebih dari 80 karya seni dari ikon Superflat tersebut.
Karya seniman Amerika, Derrick Adams.
Pameran musim semi ini akan meresmikan Condé M. Nast Galleries seluas 12.000 kaki persegi dengan menelusuri kaitan mendalam antara busana di tubuh dan sejarah seni rupa.
Kurator Andrew Bolton menggandeng seniman Frank Benson dan Samar Hejazi untuk menghadirkan sembilan figur baru yang mendefinisikan ulang fashion inklusif untuk semua.
Dua maestro appropriation art berbagi panggung di Fondazione Prada, bertepatan dengan Venice Biennale.
Dua sosok paling nyeleneh dari Inggris hadir di L.A. merayakan kultur skate dan sampul kolaboratif mereka untuk Hypebeast Magazine.
Para penggemar berspekulasi bahwa karya ini adalah kritik pedas terhadap “patriotisme buta.”
Lewat ‘Of Walking On Fire’ di galeri Autograph, London, sang seniman menelusuri kembali akar Vietnam sekaligus rapuhnya ingatan dan komunikasi diaspora.
Pameran “On Belonging” menyatukan jaringan kreatif WePresent dalam program tiga hari berisi seni rupa, film, sastra, dan musik.