Kevin Hart Total Menekuni Golf
Sang komedian dan pengusaha berbicara tentang obsesi terbarunya, daya tarik memulai dari nol, serta membawa gaya personalnya ke lapangan golf.
Menyaksikan Kevin Hart bekerja di lokasi syuting serupa melihat petarung veteran di atas ring. Ada efisiensi dalam setiap hal yang ia lakukan. Dalam sebuah sesi pemotretan di South Brooklyn, ia beralih dari fotografi still ke iklan berskrip, lalu konten singkat untuk media sosial, tanpa pernah kehilangan ritme. Seseorang datang, menyampaikan pengarahan, lalu Hart mengambil alih—berimprovisasi, menyesuaikan diri, dan tampil dengan ketenangan orang yang telah melakukan ini ribuan kali. Tentu saja, memang sudah.
Cara ini terasa tepat untuk bertemu Hart di fase hidupnya saat ini. Di usia 46 tahun, setelah membangun karier di komedi, hiburan, bisnis, serta berkomitmen tanpa henti pada kebugaran, ia kini terjun sepenuhnya ke sesuatu yang jelas-jelas masih jauh lebih asing baginya: golf.
Yang bermula kurang dari setahun lalu kini cepat berubah menjadi obsesi baru. Hart bergabung dengan semakin banyak atlet dan figur hiburan ternama yang mulai menekuni olahraga ini, saling melontarkan tantangan ringan dengan LeBron James, bahkan hadir di Augusta National pada pekan Masters. Kini, golf juga mulai masuk ke dunia bisnisnya, seiring Fabletics merambah kategori tersebut lewat koleksi yang sebagian dibentuk oleh pengalaman Hart sendiri saat begitu cepat mendalami olahraga ini.
Itulah yang membawa kami ke lapangan di Brooklyn: membahas alasan golf begitu cepat memikatnya, bagaimana nalurinya untuk terus mengembangkan diri diterapkan pada permainan yang sarat frustrasi, serta apa yang terjadi ketika seseorang yang terbiasa menguasai bidangnya dengan sukarela kembali menjadi pemula.
Hypegolf: Kami tahu belakangan ini Anda mulai menekuni golf. Kapan Anda menyadari bahwa golf telah menjadi lebih dari sekadar hobi?
Kevin Hart: Mungkin ketika saya mulai menyukainya. Saya cukup obsesif, jadi kalau sudah menyukai sesuatu, sulit bagi saya untuk menjalaninya setengah-setengah. Buat saya, semuanya atau tidak sama sekali. Gagasan tentang permainan yang menempatkan Anda untuk hanya bersaing dengan diri sendiri itu menyenangkan. Rasanya juga seru ketika kita masih buruk, tetapi tahu bahwa satu-satunya arah adalah menjadi lebih baik. Saya rasa itulah yang mendorong saya untuk datang, lalu kembali lagi.
Lalu pertanyaannya: seberapa jago saya ingin menjadi? Di situlah sifat obsesif dan cara saya mendekati permainan ini mulai berperan.
Saat mulai menekuni permainan ini, adakah anggapan yang pernah Anda miliki sebelumnya tentang golf, tetapi kemudian terpatahkan setelah Anda mempelajarinya lebih jauh?
Tidak. Saya sama sekali tidak punya gambaran tentang permainan ini. Saya bukan pengikut golf, bukan pula penggemar golf. Saya tidak tahu apa-apa soal golf, jadi dari kejauhan, itu hanya permainan yang tidak saya minati dan tidak saya mainkan. Membosankan. Bukan untuk saya, bukan untuk audiens saya, bukan untuk kultur saya. Saya punya begitu banyak asumsi, semata-mata karena latar belakang saya, cara saya dibesarkan. Saya tidak tumbuh besar dengan golf atau di lingkungan klub golf, atau tempat mana pun yang bisa memberi saya pengetahuan tentang golf.
Karena itu, saya benar-benar buta soal golf. Di usia yang sudah 46 tahun, saya bisa mulai memainkannya dan mengalami banyak momen pencerahan. Saya rasa banyak orang yang mulai menekuni permainan ini di tahap akhir hidup mereka juga merasakan hal yang sama. Mereka berpikir, “Ya Tuhan, ternyata permainan ini jauh lebih dari yang selama ini saya kira.”
Seperti yang Anda katakan, golf bisa membuat frustrasi sekaligus bikin ketagihan. Pada hari ketika tak ada yang berjalan mulus dan Anda tak bisa memukul bola seperti yang diinginkan, apa yang membuat Anda kembali lagi?
Saya rasa jawabannya kembali ke yang saya katakan tadi. Menjadi buruk itu bagus, kan? Dari sana, satu-satunya jalan adalah naik. Ini memang permainan yang membuat frustrasi, tetapi bila Anda sabar dan benar-benar mengikuti proses untuk bersaing dengan diri sendiri, tidak ada kekalahan. Intinya adalah datang setiap hari dengan kemajuan sedikit saja dibanding hari sebelumnya.
Lalu bagaimana caranya? Bagaimana menempatkan diri agar terus berkembang? Anda tidak melihat orang lain. Anda tidak membandingkan diri dengan pemain di Tur atau para profesional. Pada tahap awal, ini hanya tentang Anda melawan diri sendiri.
Yang Anda pikirkan hanya ayunan golf. Seperti apa ayunan golf yang baik? Bagaimana mendapatkannya? Apakah Anda mencoba sendiri? Apakah Anda akan membentuk kebiasaan buruk? Apakah informasi yang Anda terima sudah tepat? Apakah Anda memakai pelatih? Apakah Anda mencari bantuan?
Bagi saya, sejak hari pertama, tujuannya adalah melakukannya dengan benar. Jadi, saya langsung tancap gas. Pelatih, sembilan hole, setiap hari. Berlatih setiap pagi. Terus berlatih, berlatih, berlatih, dan sekarang saya berada di titik ketika semuanya mulai masuk akal. Semuanya mulai menyatu.
Pendekatan itu mirip dengan cara Anda menjalani komedi, kebugaran, maupun bisnis. Anda bilang selalu total ketika mulai menekuni sesuatu.
Tidak ada setengah-setengah. Memang seperti itulah saya. Begitulah saya dibesarkan. Kalau saya tidak akan mengerahkan diri sepenuhnya, lebih baik tidak saya lakukan sama sekali.
Kalau saya tidak akan mengerahkan diri sepenuhnya, lebih baik tidak saya lakukan sama sekali.
Sejak menekuni olahraga ini dan menghabiskan waktu bersama atlet dari berbagai cabang, adakah yang Anda pelajari dari melihat cara mereka menjalani golf dengan sungguh-sungguh?
Tergantung dari cabang olahraga asal mereka. Beberapa punya keunggulan besar. Pemain hoki dan bisbol punya keunggulan besar. Begitu juga pemain tenis, semata karena gerakan atau jalur ayunan mereka.
Mereka telah membangun memori otot pada tingkat yang sangat tinggi untuk bergerak dari dalam ke luar, bukan dari luar ke dalam. Karena itu, mereka biasanya bisa menangkap dinamika ayunan jauh lebih cepat.
Mookie Betts, misalnya. Ia atlet luar biasa, sekaligus pegolf yang fenomenal. Ayunan golfnya barangkali setara dengan milik sejumlah profesional elite yang sudah lama bermain. Namun, ia benar-benar mencintai permainan ini dan terus melatihnya. Ia total menjalaninya. Ia ingin menjadi pegolf scratch. Ia memasang ekspektasi yang sangat, sangat, sangat tinggi untuk dirinya sendiri.
Terlihat jelas bahwa ia tidak akan berhenti sampai mendapatkan apa yang diinginkannya dari permainan ini. Saya rasa atlet yang sukses di profesinya mencari tingkat kesuksesan yang sama dalam permainan yang mereka tekuni sebagai hobi.
Golf mempertemukan Anda dengan begitu banyak orang dari beragam latar belakang, kan? Mulai dari pebisnis, atlet, hingga para profesional.
Jadi, ketika berada di tahap itu, wajar bila semua orang ingin berkompetisi. Namun, Anda juga hanya ingin menjadi versi terbaik dari diri sendiri.
Seberapa besar peran gaya personal? Golf adalah salah satu dari sedikit olahraga yang memungkinkan Anda mengekspresikan diri lewat pakaian dan penampilan di lapangan. Bagaimana Anda mulai mengembangkannya?
Menurut saya, gaya personal itu segalanya. Indahnya golf saat ini adalah olahraga ini terus berkembang. Golf mulai menyadari bahwa pakem lama tidak benar-benar cocok dengan era baru. Generasi yang lebih muda mulai tertarik pada olahraga ini, dan gaya yang terkait dengan golf pun terus berkembang.
Saya rasa Anda bisa melihat bagaimana merek seperti Malbon berhasil memperluas gambaran tentang seperti apa pakaian golf bisa dan seharusnya, sembari tetap menghormati permainan ini.
Sebagai seseorang yang memang menyukai pakaian, kesempatan untuk masuk ke ruang ini, tampil modis, dan tetap bersenang-senang berarti besar bagi saya. Kalau permainan Anda belum bagus, setidaknya Anda ingin terlihat bagus.
Maka, merek yang memberi pegolf masa kini ruang untuk lebih berekspresi dari sisi mode menjadi menonjol. Bersama Fabletics, saya mencoba menghadirkan versi kami sendiri dari pakaian golf yang bisa tampil beda, sambil tetap setia pada fondasi golf. Anda tidak ingin bersikap tidak hormat terhadapnya. Anda ingin mempertahankan kesan berkelas dan premium, tetapi juga menambahkan sedikit sentuhan khas bila memungkinkan.
Humor sangat penting. Unsur itu sebenarnya sudah lama ada dalam permainan ini, hanya saja selama ini tidak terlihat karena cara golf ditampilkan.
Dan logo di bagian dada itu, apakah semacam representasi dari koleksi ini?
Ya. Karakter kecil saya. Saya sangat percaya pada cinta. Saya percaya pada hidup, mencintai, tertawa. Setiap kali saya bisa memperluas merek personal saya lewat keterkaitan yang jelas dengan hal yang menurut saya dibutuhkan dunia, yaitu cinta, saya ingin menempatkan orang-orang dalam situasi untuk bersama, tetap bersama, dan bersenang-senang bersama.
Itulah yang saya sukai dari golf—golf bisa melakukan itu. Persahabatan bisa bertahan selamanya di lapangan golf. Ada persahabatan yang setiap tahun melakukan perjalanan golf bersama. Ada teman-teman yang bermain golf setiap akhir pekan. Ada pula relasi yang bertahan dan berkembang ke tempat yang jauh lebih besar dan lebih baik berkat kesempatan bepergian ke berbagai penjuru dunia yang diberikan golf.
Ini benar-benar permainan yang membangun dan menjaga apa yang saya sebut sebagai kenangan. Saya bahkan belum setahun menekuninya, tetapi bisa bilang bahwa beberapa kenangan terbaik dalam hidup saya datang dari bepergian ke sejumlah lapangan golf terindah yang pernah saya lihat, bersama istri dan teman-teman saya.
Memiliki logo yang kini bisa menghubungkan saya dengan orang-orang dari kejauhan, ketika kami semua memahami apa arti logo itu dan mengapa kami tertarik padanya—bukan hanya karena pakaian ini terlihat bagus, melainkan juga karena makna di baliknya—menurut saya itu istimewa.
Jadi, apa pun yang bisa saya lakukan dan lahir dari hati, para penggemar saya selalu tertarik pada karya-karya yang saya hadirkan karena mereka tahu betapa autentiknya saya, terutama ketika saya berbicara dari hati.
Golf punya reputasi sebagai olahraga yang cukup serius. Menurut Anda, di mana tempat humor dalam permainan ini?
Humor sangat penting. Unsur itu sebenarnya sudah lama ada dalam permainan ini, hanya saja selama ini tidak terlihat karena cara golf ditampilkan.
Saya rasa banyak sosok berkarakter yang sebenarnya sudah berada di garda depan. Hanya saja, mereka belum punya ruang untuk menjadi suara yang terdengar. Namun, ketika bermain golf dalam satu grup berisi empat orang, Anda berada bersama orang-orang yang bisa diajak tertawa dan menikmati hidup. Dalam empat jam penuh keseruan itu, ada begitu banyak cerita yang Anda bawa pulang.
Maksud saya, inilah alasan hari bermain golf terasa begitu panjang: karena waktunya diisi dengan kesenangan.