Dwayne "The Rock" Johnson Resmi Berpisah dengan Under Armour, Ambil Alih Penuh Project Rock
Kolaborasi selama satu dekade ini berakhir secara baik-baik saat Project Rock mencari mitra manufaktur baru.
Ringkasan
Dwayne Johnson dan Under Armour mengumumkan berakhirnya kolaborasi mereka yang telah berjalan selama satu dekade.
Sang aktor dan entrepreneur itu, bersama sang co-founder Dany Garcia, akan kembali memegang kepemilikan penuh atas merek dagang Project Rock.
Under Armour akan terus mendistribusikan sisa koleksi Project Rock hingga Oktober, sembari sang brand mencari mitra manufaktur baru.
Under Armour dan Dwayne “The Rock” Johnson resmi mengumumkan berakhirnya kemitraan mereka selama 10 tahun di balik merek pakaian olahraga Project Rock. Pegulat profesional yang kemudian beralih menjadi aktor itu akan kembali memegang kendali penuh atas merek tersebut, sementara Under Armour mengalihkan fokusnya ke lini pakaian utamanya.
Diluncurkan pada 2017 במסגרת kemitraan ini, Project Rock menghadirkan beragam pakaian performa, aksesori, dan alas kaki yang berlandaskan disiplin atletik, termasuk inisiatif kolaborasi multiyear bergengsi dengan UFC. Perpisahan yang berlangsung secara baik-baik ini memungkinkan Johnson dan mitra bisnisnya, Dany Garcia—yang tetap menjadi pemilik tunggal merek dagang Project Rock—mencari mitra manufaktur dan distribusi baru untuk memproduksi koleksi mendatang.
Perubahan strategi ini dilakukan ketika Under Armour merestrukturisasi operasional internalnya untuk memprioritaskan kategori miliknya sendiri, UA Train. Kepergian ini menjadi hengkangnya nama besar kedua dari perusahaan pakaian olahraga yang berbasis di Baltimore tersebut dalam setahun terakhir, menyusul peralihan bintang NBA Stephen Curry ke merek Tiongkok, Li-Ning.
Under Armour akan resmi menghentikan distribusi produk Project Rock yang ada hingga Oktober 2026.



















