Sneaker PUMA Terbaru JiyongKim Terinspirasi dari Kertas yang Membusuk
CELL GEO 1 terbaru ini mengubah debu, jamur, dan jejak waktu jadi all-over print unik, memastikan setiap pasang tampil beda dan tak ada dua sneaker yang benar-benar sama.
Sneaker PUMA Terbaru JiyongKim Terinspirasi dari Kertas yang Membusuk
CELL GEO 1 terbaru ini mengubah debu, jamur, dan jejak waktu jadi all-over print unik, memastikan setiap pasang tampil beda dan tak ada dua sneaker yang benar-benar sama.
Bagi kebanyakan desainer, selembar kertas bernoda jamur adalah sesuatu yang langsung dibuang. Bagi JiyongKim, justru di sanalah sumber inspirasinya.
Desainer asal Korea ini membangun labelnya di seputar keindahan transformasi alami. Sejak meluncurkan label eponimnya, Kim mengumpulkan arsip busana vintage, benda-benda temuan, dan berbagai artefak kecil, yang kerap ia jadikan referensi untuk teknik sun-bleaching yang kini identik dengan karyanya. Alih-alih menentang efek waktu, desain-desainnya justru merangkulnya.
Filosofi itu berlanjut ke kolaborasi terbarunya dengan PUMA. Dipresentasikan di ajang Pitti Uomo 110 dan dijadwalkan meluncur November mendatang, kolaborasi ini menawarkan interpretasi baru atas PUMA CELL GEO 1 dengan all-over print yang terinspirasi dari kertas tua. Lebih spesifik lagi, lembaran-lembaran yang perlahan berubah warna karena terpapar debu, jamur, kelembapan, dan proses pelapukan.
Grafis tersebut memberi sneaker itu (beserta kotak sepatunya) tampilan usang nan organik, seolah-olah berevolusi secara alami selama puluhan tahun alih-alih baru saja diproduksi. Ini menjadi kelanjutan yang tepat dari ketertarikan berkelanjutan Kim pada ketidaksempurnaan dan bahasa visual tak terduga yang lahir dari perubahan lingkungan.
Meski detail seputar kolaborasi ini masih terbatas, tampilan perdananya sudah mengisyaratkan satu lagi eksplorasi yang penuh pertimbangan atas tema-tema yang sejak awal mendefinisikan JiyongKim: waktu, transformasi, dan seni menemukan keindahan pada jejak yang ditinggalkan kehidupan.



















