SEGA Resmi Batalkan Proyek “Super Game”, Fokus Bangkitkan Kembali Franchise Klasik
Perusahaan berputar haluan dari eksperimen live-service ke rilis premium, mengalihkan tim ke reboot ‘Virtua Fighter’, ‘Crazy Taxi’, ‘Golden Axe’, dan banyak cult classic lain.
Ringkasan
- SEGA secara resmi membatalkan proyek multi-tahun mereka, “Super Game”, yang awalnya dijadwalkan rilis pada Maret 2026, menurut laporan keuangan tahun fiskal terbaru brand tersebut.
- Keputusan ini diambil setelah performa buruk gim live-service seperti Sonic Rumble Party dan berbagai kendala dengan Rovio, yang akhirnya memicu pergeseran strategi besar-besaran menjauh dari model free-to-play.
- Sumber daya pengembangan kini dialihkan ke rilis gim penuh untuk jajaran IP andalan, dengan sekitar 100 staf dipindahkan ke proyek reboot sejumlah cult classic seperti Virtua Fighter, Crazy Taxi, dan Golden Axe.
Mimpi SEGA untuk meluncurkan sebuah semesta online raksasa yang terasa tak berujung kini resmi kandas. Setelah melalui siklus pengembangan panjang selama lima tahun, publisher legendaris asal Jepang itu mengonfirmasi penghentian proyek misterius bernama “Super Game” tersebut. Pertama kali di-tease pada 2022 sebagai platform Games-as-a-Service (GaaS) revolusioner—yang sempat menggoda dengan ide integrasi NFT—proyek ini gagal memenuhi target peluncuran pada Maret 2026 dan kini sepenuhnya dibatalkan. Kabar ini diungkap dalam presentasi tahun fiskal terbaru perusahaan, yang menandai reset besar-besaran dalam cara brand tersebut menyikapi lanskap gim modern.
Manuver agresif ini lahir langsung dari realitas pahit pasar live-service saat ini. Tinjauan internal terbaru menyoroti performa lesu deretan gim mobile dan free-to-play, khususnya Sonic Rumble Party. Situasi kian pelik akibat hambatan finansial yang melibatkan Rovio, sang pengembang Angry Birds yang diakuisisi SEGA dan kini tengah menghadapi restrukturisasi korporat. Menyadari gelembung GaaS telah pecah, SEGA pun mengambil langkah terukur untuk menghentikan kerugian pada mega-proyek yang belum sempat dirilis itu, alih-alih terus mengucurkan modal di pasar yang sudah sangat jenuh.
Kabar baiknya untuk para penggemar garis keras: SEGA melakukan reinvestasi besar-besaran ke fondasi budaya yang membangun legacy brand ini. Sekitar 100 developer yang sebelumnya berkutat di “parit” free-to-play kini dialihkan ke pengembangan gim premium penuh. Lini rilis barunya dipenuhi judul-judul besar dan cult favorite. Para pemain bisa menantikan kebangkitan kembali para raksasa arcade seperti Crazy Taxi, Golden Axe, Jet Set Radio, dan Streets of Rage, berdampingan dengan proyek Virtua Fighter yang belum diumumkan secara resmi. Deretan ini juga menjanjikan rilisan seru seperti Persona 4 Revival serta seri baru dalam franchise Total War dan Alien Isolation.
Di luar ranah konsol, SEGA juga menggandakan fokus pada ekspansi transmedia, dengan ambisi menguasai layar lebar dan platform streaming. Mengendarai kesuksesan blockbuster sang maskot biru super cepat, Sonic the Hedgehog 4 resmi dijadwalkan tayang di bioskop pada Maret 2027. Serangan multimedia ini tak berhenti di sana, dengan adaptasi animasi untuk Shinobi, OutRun, Magic Knight Rayearth, dan The House of the Dead yang saat ini tengah diproduksi. Dengan kembali ke akar dan memaksimalkan jajaran IP ikonik di ranah gim maupun sinema, publisher ini bertaruh besar pada kekuatan nostalgia untuk menggerakkan era budaya berikutnya.