Pep Guardiola Dikabarkan Hengkang dari Manchester City Setelah 10 Tahun Penuh Trofi
Enzo Maresca muncul sebagai kandidat terkuat untuk menjadi pewaris kursi manajer juara Premier League.
Ringkasan
- Pep Guardiola diperkirakan akan mundur dari jabatan manajer Manchester City pada akhir musim 2025–26, setelah satu dekade kepemimpinan yang benar-benar mengubah wajah klub.
- Sang juru taktik sarat gelar itu akan hengkang setelah laga terakhir klub melawan Aston Villa, meski kontraknya masih berlaku hingga Juni 2027.
- Mantan asistennya, Enzo Maresca, muncul sebagai kandidat terdepan untuk mengambil alih kursi manajer setelah mengantarkan Chelsea meraih kejayaan di ajang Club World Cup.
Manajer Manchester City, Pep Guardiola, santer diberitakan akan meninggalkan klub musim panas ini setelah sepuluh musim penuh trofi. Pergeseran besar ini menandai berakhirnya sebuah era kepelatihan yang sepenuhnya membentuk ulang wajah sepak bola Inggris modern. Meski juru taktik berusia 55 tahun itu sempat meneken perpanjangan kontrak yang mengikatnya di Etihad hingga Juni 2027, perkembangan terbaru mengindikasikan ia memilih mengakhiri masa baktinya lebih cepat. Pengumuman resmi diperkirakan akan dirilis setelah laga terakhir tim di ajang Premier League melawan Aston Villa. Waktu yang direncanakan ini akan jatuh tepat sebelum arak-arakan trofi pada hari Senin, ketika para penggemar merayakan keberhasilan terkini di League Cup dan FA Cup.
Kepergiannya yang kian mendekat datang setelah sebuah musim bersejarah yang menghadirkan trofi mayor ke-20 bersama klub. Kemenangan krusial di ajang FA Cup atas Chelsea pada hari Sabtu menambah satu gelar lagi ke lemari piala yang sudah penuh sesak. Selama masa kepemimpinannya yang gemilang di Manchester, pelatih asal Spanyol itu membawa skuad pada dominasi domestik yang tak tertandingi sekaligus akhirnya mengantarkan mereka meraih gelar Champions League pertama yang lama dinanti. Perebutan gelar musim ini sendiri masih sangat ketat saat tim bersiap melawat ke Bournemouth. City wajib meraih poin penuh dan berharap Arsenal tergelincir dalam laga-laga krusial di markas Crystal Palace demi mengamankan satu gelar lagi.
Enzo Maresca menjadi favorit mutlak untuk mengambil alih kursi manajer bergengsi tersebut. Pelatih asal Italia ini mengukuhkan reputasinya dengan menjuarai Championship bersama Leicester City sebelum kemudian dengan gemilang membawa Chelsea menjuarai Club World Cup tahun lalu. Maresca sebelumnya sempat bekerja langsung di bawah Guardiola di Etihad. Pihak manajemen klub disebut melihatnya sebagai kandidat ideal untuk menjaga kesinambungan filosofi taktik dan struktur internal mereka yang kompleks.
Para pencinta sepak bola memandang momen transisi ini sebagai guncangan besar bagi olahraga global. Guardiola secara fundamental mengubah pakem taktik di seluruh liga dengan menghadirkan struktur penguasaan bola yang kompleks dan peran pemain serbabisa. Hilangnya pengaruhnya dari sisi lapangan meninggalkan kekosongan besar yang pasti berusaha dimanfaatkan para rival. Para suporter kini bersiap untuk sebuah parade perpisahan sarat emosi demi menghormati sosok legendaris yang mendefinisikan ulang batas kemungkinan di atas lapangan.





















