Lakers Resmi Gaet ‘Rocket Scientist’ untuk Bantu Mengelola Front Office Mereka
Rohan Ramadas bergabung dengan franchise ini untuk memimpin analitik, strategi AI, dan perencanaan salary cap di bawah Rob Pelinka.
Ringkasan
- Los Angeles Lakers angkat Rohan Ramadas sebagai asisten general manager
- Mantan eksekutif Pelicans ini membawa lebih dari 12 tahun pengalaman di bidang teknik kedirgantaraan
- Langkah ini sejalan dengan restrukturisasi front office yang dijalankan Rob Pelinka untuk menonjolkan peran analitik dan AI
Los Angeles Lakers resmi merekrut Rohan Ramadas sebagai asisten general manager baru tim. Masuk ke dalam struktur front office yang baru dirapikan, mantan eksekutif New Orleans Pelicans ini membawa rekam jejak yang sangat tidak lazim ke Southern California. Ramadas akan bekerja langsung di bawah president of basketball operations sekaligus general manager, Rob Pelinka. Fokus utamanya mencakup pengawasan analitik tim, manajemen salary cap, serta strategi organisasi secara keseluruhan. Kehadirannya menandai perubahan arah tajam bagi waralaba legendaris ini seiring mereka merangkul pemodelan statistik tingkat lanjut untuk menavigasi lanskap liga yang kian kompleks.
Sebelum beralih ke basket profesional, Ramadas menghabiskan lebih dari 12 tahun bekerja sebagai insinyur di The Aerospace Corporation. Latar belakang ilmiah yang mumpuni ini memberinya reputasi tersendiri di lingkungan NBA. Seorang sumber di front office menyebutnya benar-benar seorang “rocket scientist” yang secara aktif mengimplementasikan artificial intelligence dan model berkode kustom selama masa jabatannya di New Orleans. Ia awalnya bergabung dengan Pelicans pada September 2024 sebagai senior director of analytics and innovation sebelum kemudian dipromosikan menjadi vice president of strategy and operations pada Mei lalu.
Ekspansi front office ini menegaskan upaya modernisasi yang terencana dari organisasi Lakers. Integrasi talenta analitik kelas atas mencerminkan pergeseran budaya yang lebih luas dalam operasi basket modern, di mana data menjadi penentu keunggulan kompetitif. Pelinka telah mengonfirmasi di awal musim bahwa Los Angeles berencana menghadirkan dua asisten general manager dengan fokus berbeda. Sementara Ramadas mengawal arsitektur strategis dan finansial, pencarian masih berlanjut untuk seorang eksekutif kedua yang khusus menangani pro scouting, evaluasi draft, dan pengembangan pemain.
Pimpinan tim menggelar berbagai pertemuan tatap muka dengan kandidat potensial selama draft combine terbaru di Chicago. Mengamankan sosok spesialis berbasis data seperti Ramadas memberi infrastruktur krusial saat Los Angeles menghadapi tekanan yang kian besar untuk memaksimalkan jendela juara mereka saat ini. Dengan keputusan besar terkait roster yang mengintai, menyangkut pilar waralaba seperti LeBron James dan Austin Reaves, penerapan analitik tingkat lanjut dan strategi salary cap yang terstruktur akan memegang peran mendasar dalam membentuk masa depan dekat basket Lakers.


















