International Gallery BEAMS dan Paraboot Hadirkan Ulang THIERS dengan Suede Abu Beton dan Fat Lace yang Mengubah Segalanya
ROCAD SOLE eksklusif Jepang, eyelet yang didesain ulang, dan fat lace perdana dari Paraboot menjadikan kolaborasi BEAMS ini sebagai versi THIERS paling matang sejauh ini.
International Gallery BEAMS dan Paraboot Hadirkan Ulang THIERS dengan Suede Abu Beton dan Fat Lace yang Mengubah Segalanya
ROCAD SOLE eksklusif Jepang, eyelet yang didesain ulang, dan fat lace perdana dari Paraboot menjadikan kolaborasi BEAMS ini sebagai versi THIERS paling matang sejauh ini.
Nama: International Gallery BEAMS x Paraboot THIERS EYELET
Warna: Menyusul
SKU: Menyusul
MSRP: Menyusul
Tanggal Rilis: 22 Mei
Di Mana Membeli: International Gallery BEAMS, BEAMS
Paraboot dan International Gallery BEAMS akan merilis THIERS EYELET pada 22 Mei, sebuah edisi khusus yang hanya tersedia di Jepang dan mengambil siluet paling representatif dari label Prancis tersebut untuk dibangun ulang sepenuhnya mulai dari sol. Hasilnya adalah salah satu interpretasi THIERS yang paling matang dan terkonsep dalam beberapa tahun terakhir, dan sepatu ini hanya dapat dibeli di Jepang.
Konstruksinya dimulai dari bawah telapak kaki lalu berlanjut ke atas. ROCAD SOLE adalah spesifikasi khusus pasar domestik Jepang yang tidak muncul pada versi internasional THIERS mana pun, memberikan edisi ini eksklusivitas teknis yang melampaui sekadar warna atau material. Sol ini menambah kestabilan saat melangkah sekaligus menghadirkan kehadiran visual yang kuat di bagian dasar sepatu, yang kemudian dimanfaatkan International Gallery BEAMS sebagai fondasi bagi seluruh elemen yang dibangun di atasnya.
Di atas sol tersebut, upper suede VEL.ARDOISE menjadi pusat permainan estetika. Ardoise dalam bahasa Prancis berarti batu sabak, dan namanya sangat tepat: suede berbulu pendek berwarna abu-abu bernuansa beton yang terasa anorganik dan urban tanpa terlihat dingin. Ini adalah tipe warna yang memberi kontras pada bentuk klasik THIERS yang sudah melekat, sehingga melahirkan sesuatu yang terasa jauh lebih serasi dengan lemari pakaian kontemporer dibandingkan varian kulit standar, sambil tetap mempertahankan karakter esensial siluetnya. Dua terobosan perdana Paraboot pada rilis ini menjadi pembeda utama dari sekadar edisi material biasa. Lubang tali (eyelets) didesain ulang dari nol, dengan posisi dan ukurannya disesuaikan melalui beberapa tahap penyempurnaan untuk menyeimbangkan impresi visual dengan performa fungsional sepatu sebagai objek bertali. Sementara itu, tali tebal yang belum pernah muncul di Paraboot sebelumnya menambah volume dan sentuhan kontemporer pada area toe box, membuat keseluruhan siluet terlihat sedikit lebih besar dan lebih hadir di kaki.
Hubungan International Gallery BEAMS dengan Paraboot sudah begitu erat sehingga edisi seperti ini terasa kurang seperti kolaborasi formal dan lebih seperti percakapan editorial yang terus bergulir. Pasar Jepang secara konsisten mendorong sepatu heritage Eropa ke wilayah-wilayah yang tidak selalu dijelajahi sendiri oleh label asalnya, dan THIERS EYELET adalah contoh jelas dari dinamika tersebut: sebuah sepatu yang sepenuhnya menghormati DNA THIERS sekaligus menghadirkan sol khusus Jepang, suede bernuansa batu sabak, dan dua detail konstruksi yang belum pernah dicoba label ini sebelumnya.



















