Celana Pendek Basket Baja & Etos Desain “Worn‑In” Jadi Andalan Koleksi Spring/Summer 2026 Eric Emanuel
Sang raja mesh sportswear ini kembali menegaskan bahwa label namesake miliknya jauh melampaui satu siluet signature saja, dengan ambisi “memberi cap EE pada klasik-klasik sportswear, tanpa pernah menganggap diri sendiri terlalu serius.”
Eric Emanuel masih berada di era evolusinya. Setelah membangun etos merek yang begitu khas dan rangkaian siluet sportswear signature, sebenarnya akan sangat mudah bagi sang desainer untuk tetap bermain aman, terus-menerus memoles ulang item-item di zona nyamannya; namun, seperti yang terlihat sepanjang tahun lalu sejak debut koleksi musiman perdana label tersebut pada Juni kemarin, itu sama sekalibukan pilihan yang dipilih Emanuel.
Sebaliknya, ia justru fokus mengembangkan etos desain merek ke beragam jenis material dan sudut pandang, benar-benar memoles lini ready-to-wear dalam semestanya. Di Spring/Summer 2026, Emanuel terus menguatkan visi tersebut, menghadirkan interpretasi khasnya atas beachwear klasik — yang tentu saja mencakup deretan sportswear EE yang sudah melegenda.
“Nuansa Americana yang santai selalu menjadi inti dari apa yang kami kerjakan — tentu dengan twist khas kami sendiri,” ujar Emanuel tentang rilis mendatang ini. “Saya banyak terinspirasi dari brand-brand Amerika legendaris, dan seiring kami terus memperluas dunia EE lewat koleksi musiman, bisa dibilang kami sedang menempelkan cap khas kami pada klasik-klasik sportswear, tanpa pernah menganggap diri kami terlalu serius.
Diabadikan dalam lookbook garapan Matthew Yoscary, koleksi ini menonjolkan kecintaan EE pada item ringan yang mudah dilayer, merentang dari tropes gaya sportswear sekaligus menyorot sektor knitwear merek yang kian berkembang. Jaket shell nylon color-blocked dan track pants hadir dalam palet musim panas bernuansa biru, hijau, dan burgundy, dipadu dengan raglan sport jersey bergrafis.
Motif Baja mengambil peran utama dalam rilis ini, hadir pada jaket woven, celana pendek, dan pullover hoodie yang dibalut print garis-garis klasik bernuansa pantai. Tie-dye menjadi motif lain yang terus berulang, muncul pada cable knit hoodie, sweat shorts panjang, dan sweater crew-neck berbahan marl.
“Musim ini saya sangat menyukai ide menghadirkan tekstur dan material yang justru makin keren saat sering dipakai,” lanjut Emanuel. “Seperti item woven yang terinspirasi tekstil selimut, atau tracksuit nylon ala era 90-an — yang ingin kami abadikan di pesisir, di mana segala sesuatu terasa sedikit tidak pada tempatnya atau di luar musim. City kids at the beach.”
Rilis perdana koleksi Spring/Summer 2026 dijadwalkan meluncur Jumat ini, 8 Mei, di webstore resmi brand serta seluruh gerai offline-nya.



















