Aimé Leon Dore x New Balance Gator “Cream” Sembunyikan Lambang Queens dalam Hairy Suede
Rilis terbaru dari ALD SS26 Delivery 5 ini adalah “quiet flex” dengan material bertekstur dan detail khas borough New York.
Nama: Aimé Leon Dore x New Balance Gator “Cream”
Colorway: Menyusul
SKU: Menyusul
Harga Ritel: $130 USD
Tanggal Rilis: Menyusul
Tempat Membeli: ALD
Aimé Leon Dore dan New Balance resmi memperkenalkan Gator kolaboratif mereka, rilisan terbaru dari kolaborasi jangka panjang keduanya sekaligus tambahan terbaru di jajaran ALD SS26 Delivery 5. Silhouette ini hadir hanya dalam satu colorway “Cream” dengan banderol $130 USD, tersedia eksklusif melalui ALD.
Dilihat dari aspek material, Gator benar-benar merefleksikan namanya. Panel overlay berbahan hairy suede membentuk karakter tekstur pada upper, dipadukan dengan underlay nylon yang lebih bersih — kombinasi yang membuat konstruksi terasa solid sekaligus memberi silhouette ini identitas taktil yang kuat. Di bagian bawah, midsole EVA die-cut mengurus cushioning, sementara outsole karet yang bertekstur agresif menawarkan grip yang terasa lebih dekat ke sepatu workwear ketimbang sepatu lari track.
Ketelitian desain paling terasa pada detailnya. Logo “N” berbahan kulit nubuck tersemat di panel samping, sementara bagian tumit menampilkan crest Queens timbul — motif berulang dalam rangkaian karya New Balance garapan Aimé Leon Dore yang selalu menautkan setiap rilis pada alamat di Flushing, Queens tempat Teddy Santis pertama kali membangun brand tersebut. Tongue tag dan sockliner custom dengan co-branding menjadi sentuhan penutup yang subtil tanpa terasa berlebihan.
Crest Queens tersebut telah menjelma menjadi salah satu penanda paling mudah dikenali dalam “bahasa” kolaborasi ALD x New Balance. Sejak kolaborasi ini mulai mengukir daya tarik budaya yang serius — paling kentara lewat 550, siluet yang dibangkitkan kembali oleh Santis hingga menjadi salah satu sneaker kunci di awal 2020-an — keduanya konsisten menjadikan kesederhanaan material dan kebanggaan akan borough sebagai kompas kreatif. “Cream” mengikuti formula itu dengan presisi: tanpa permainan warna yang riuh, tanpa branding berlebihan, hanya tekstur dan asal-usul yang bekerja keras mengangkat keseluruhan desain.



















