A.P.C. Tunjuk Ludivine Poiblanc sebagai Artistic Director Terbaru
Penata gaya berpengaruh asal Prancis ini siap menghadirkan presisi khas dan “quiet dissidence” ke rumah mode Paris ikonis A.P.C.
Ringkasan
- A.P.C. secara resmi menunjuk penata gaya dan konsultan kreatif ternama asal Prancis, Ludivine Poiblanc, sebagai Artistic Director
- Poiblanc akan melansir koleksi debutnya yang sangat dinantikan di showroom A.P.C. di Milan pada 20 Mei, dilanjutkan dengan presentasi di Rue Madame, Paris, pada 15 Juni
- Presiden brand Stephanie Phair dan Pendiri Jean Touitou memuji ketelitian visual serta gaya personal Poiblanc yang tanpa cela, seraya menyoroti kemampuannya menghormati akar brand sejak 1987 sambil mendorong pertumbuhan yang relevan dengan era sekarang
Rumah mode Paris yang dikenal dengan minimalisme keseharian nan elevated ini resmi memasuki era baru. A.P.C. (Atelier de Production et de Création) mengumumkan penunjukan Ludivine Poiblanc sebagai Artistic Director terbaru. Mengambil alih kemudi kreatif label Prancis yang begitu dicintai ini, Poiblanc membawa segudang pengalaman editorial dan konsultasi ke sebuah brand yang sejak akhir 1980-an konsisten merayakan cool yang tenang dan tak kenal kompromi. Menjelang peluncuran koleksi debutnya, dunia mode pun menantikan bagaimana presisi tajamnya akan diterjemahkan ke dalam semesta ikonis A.P.C. yang dipenuhi raw denim dan busana ready-to-wear yang tak lekang waktu.
Membagi waktunya antara Paris dan New York, Poiblanc menghabiskan kariernya membangun reputasi yang disegani sebagai salah satu suara kreatif paling berpengaruh di generasinya. Rekam jejaknya memuat kontribusi bergengsi untuk publikasi seperti Vogue, Harper’s Bazaar, Vanity Fair, dan WSJ Magazine, serta pekerjaan konsultasi intens di balik layar untuk berbagai fashion house besar. Justru ketelitian ekstrem dan perhatian pada detail inilah yang akan ia bawa ke A.P.C., mengarahkan pengembangan produk sekaligus identitas visual brand secara menyeluruh.
Bagi Poiblanc, peran baru ini terasa sebagai kecocokan yang sangat intuitif. Ia menyebut melanjutkan warisan yang dibangun para pendiri, Judith dan Jean Touitou, sebagai sebuah privilese yang langka. “Saya selalu tertarik pada kesederhanaan radikalnya—sebuah wardrobe arketipal yang dibentuk oleh rasa pembangkangan yang tenang dan sikap yang sangat Prancis,” jelas Poiblanc, menegaskan kedekatannya dengan etos kemandirian brand yang begitu kuat.
Tim pimpinan di A.P.C. berbagi antusiasme yang sama. Presiden Stephanie Phair menekankan bahwa penunjukan Poiblanc selaras sempurna dengan strategi pertumbuhan terarah perusahaan. Dengan kembali mengandalkan warisan A.P.C. yang berakar kuat pada denim dan aksesori, brand ini berambisi terus menghadirkan rangkaian busana ready-to-wear yang memuaskan basis pelanggan yang kuat pendapat dan sangat selektif.
Pendiri Jean Touitou, yang meluncurkan label ini pada 1987 dengan keyakinan bahwa desain yang bagus tak seharusnya menuntut harga selangit, menyatakan kepercayaan penuh pada penerus barunya. Ia memuji bukan hanya talenta Poiblanc yang tak terbantahkan, tetapi juga kecerdasan tajam dan gaya personalnya yang khas, seraya menegaskan bahwa ia memiliki kualitas tepat untuk mewujudkan masa lalu brand sekaligus mengarahkan masa depannya dengan imajinasi segar.
Di tengah industri yang kian didominasi tren bising dan tontonan sesaat, A.P.C. selalu menonjol karena lebih mengutamakan selera dibanding hiruk-pikuk. Dengan Ludivine Poiblanc kini memegang visi kreatif, brand ini berada pada posisi ideal untuk membuktikan bahwa busana yang terstruktur dengan indah dan “klasik yang nakal dan irreverent” akan selalu punya tempat di dalam lemari pakaian modern.



















