Nike Air Lab, Museum Interaktif dengan 100+ Prototipe Keren
Menjelang pembukaan resminya pada Fall 2026 di Dropcity, pratinjau NikeAir_Lab dibuka pada 20–26 April selama Milan Design Week.
Ringkasan
-
Nike Air Lab di Milan Design Week 2026 menghadirkan pratinjau interaktif atas inovasi berbasis air dari merek tersebut, menampilkan lebih dari 100 prototipe dan lokakarya desain berteknologi tinggi.
-
Retrospektif ini merayakan warisan arsitektur dari Air Max 1 sekaligus mengeksplorasi masa depan dunia alas kaki lewat robotika canggih dan sesi-sesi imersif.
Nike hadir di Milan Design Week 2026, mengambil alih pusat arsitektur dan desain Dropcity untuk menghadirkan pengalaman interaktif yang berfokus pada inovasi berbasis air dari merek tersebut.
Air Lab, yang akan menjadi pameran permanen di Dropcity mulai musim gugur ini, menampilkan lebih dari 100 prototipe Nike Air yang belum pernah dipamerkan sebelumnya serta pengalaman praktik langsung yang dipandu oleh Dropcity. Lewat pameran pratinjau ini, Nike membuka sebuah “perpustakaan” berisi sampel dan swatch yang diambil langsung dari pengembangan konsep seperti Air Liquid Max, FlyWeb, Radical AirFlow, Therma-FIT Air Milano, dan berbagai eksplorasi teknis lainnya.
Lokakarya akan berfokus pada konsep “air sebagai medium desain”, sementara sesi panel akan menghadirkan anggota tim Nike. Untuk pengalaman yang lebih imersif, akan ada listening session yang digelar oleh Club to Club dan sesi breathwork bersama Joe Holder. Pengunjung Milan Design Week yang mendaftar akan mendapat akses utama ke delapan stasiun peralatan, mulai dari lengan robotik hingga mesin termoforming dan rangkaian silinder pneumatik.
Setiap stasiun berlandaskan satu pilar desain: visualizing (air sebagai bukti), forming (air sebagai bentuk), deforming (air sebagai transformasi), pumping (air sebagai ekspansi), suctioning (air sebagai kekosongan), calibrating (air sebagai impuls), cooling (air sebagai pengurangan), dan blasting (air sebagai gaya).
Pada 1979, Nike Air Tailwind menjadi model pertama yang mengusung teknologi bantalan udara milik merek tersebut; namun baru ketika Air Max 1 rancangan Tinker Hatfield hadir, bantalan udara yang terekspos resmi diperkenalkan. Dalam narasi yang sangat selaras dengan Milan Design Week, desain Air Max 1 tahun 1987 terinspirasi langsung oleh arsitektur. Centre Pompidou di Paris, dengan konsep inside-out, menjadi titik referensi utama Hatfield dalam menampilkan bantalan tersebut.
Menjelang perayaan 40 tahun Air Max 1 pada 2027, Nike Air Lab membuka panggung dengan sebuah retrospektif yang menelusuri masa lalu, masa kini, dan masa depannya.
NikeAir_Lab akan dibuka pada 20–26 April di Via Sammartini 72, Milan, Italia.


















