Uji Coba Gear Terbaru Lululemon Bareng Matt James
Crew Hypebeast menjajal rute lari empat mil keliling Manhattan — lengkap dengan pit stop pizza di tengah jalan.
Pekan lalu, crew Hypebeast mampir ke flagship Lululemon di SoHo dengan tampilan serba Lululemon dari kepala hingga kaki, mengenakan koleksi lari terbaru sang brand. Berbalut palet utama koleksi ini — hitam, merah, dan motif leopard — rombongan pun menjajal rute lari sejauh empat mil melintasi Manhattan. Misinya sederhana: menambah jarak sekaligus menguji habis performa koleksi pakaian dan sepatu lari terbarunya.
Sesi lari ini dipimpin oleh ambassador Lululemon Matt James, bersama para pemimpin komunitas dan sesama ambassador Sheldon Tucker dan Greg Laraia. Setia pada gayanya, James menyelipkan pitstop khas NYC dalam rute, mengajak tim menikmati sepotong pizza dari salah satu spot favorit pribadinya, Emmett’s.
Secara konstruksi sangat teknis namun dieksekusi dengan sentuhan fashion-forward, koleksi spring/summer 2026 Lululemon menemukan titik temu ideal antara performa dan gaya lewat print yang bold, paduan warna tak terduga, dan detail desain yang tetap terlihat on point bahkan saat jauh dari lintasan lari. Sorotannya antara lain windbreaker transformable terbaru; deretan item favorit Fast & Free yang dihadirkan ulang dalam nuansa merah berlapis dan motif leopard; serta celana pendek split high-rise terbaru dengan detail garis bernuansa preppy. “Koleksinya benar-benar fungsional, terutama celana pendek berlapisnya,” ujar Sean Barnes, intern media strategy Hypebeast. “Compression liner-nya underrated banget. Semua terasa tetap ‘terkunci’ sepanjang lari, sampai-sampai aku lupa kalau lagi memakainya.”
Tim Hypebeast benar-benar ‘lari’ dengan konsep ini, menata koleksi dalam berbagai gaya, mulai dari tank top berlapis long sleeves hingga aksesori seperti kacamata hitam, topi, dan bandana. Ragam tampilan ini menjadi bukti nyata betapa versatilenya koleksi tersebut, sekaligus membuktikan bahwa perlengkapan lari teknis juga bisa berfungsi ganda sebagai pernyataan gaya.
Untuk sepatu, grup ini kompak mengenakan Split Shift, sepatu lari Lululemon yang dirancang untuk dipakai menempuh jarak harian. Rasanya sangat nyaman dengan bounce dan respons yang pas, sehingga mudah sekali masuk ke dalam rotasi sepatu harian siapa pun. Lindsay Shepard, head of fashion and footwear Hypebeast, mengamini hal ini: “Sebagai seseorang yang biasanya setia pada satu model sepatu tertentu, menyenangkan sekali bisa mencoba sesuatu yang baru dan menyelesaikan lari tanpa rasa sakit maupun lecet sama sekali.”
Malam itu ditutup di store Lululemon dengan camilan dari Happier Grocery, mengakhiri acara seimpresif saat dimulai. Bahkan udara dingin yang tak biasa sekalipun tak sanggup menurunkan energi mereka. “Cuacanya berangin, tapi semangat yang tinggi membuatku tetap hangat,” ujar Yessy Zeng, producer Hypebeast. Account executive Kimberly Hurd sependapat: “Sebagai seseorang yang cukup baru di dunia lari, rasanya tak ada yang mengalahkan berada di tengah grup yang benar-benar suportif.”
Koleksi lari Lululemon SS26 sudah tersedia sekarang di store maupun secara online melalui lululemon.com.



















