Wristcheck: Shaboozey Rayakan Grammy Pertama dengan Piaget Polo 79 Two Tone yang Super Stylish
“Amen” untuk momen bersejarah ini.
Ringkasan
- Shaboozey merayakan kemenangan Grammy pertamanya dengan mengenakan Piaget Polo 79 Two Tone
- Jam tangan 38mm ini memadukan emas kuning dan emas putih 18K dengan mesin 1200P1
- Pilihan sophisticated ini menandai pergeseran gaya yang chic dari deretan jam tangan “iced-out” yang biasa ia kenakan sebelumnya
Di ajang Grammy Awards 2026, Shaboozey mencuri perhatian bukan hanya karena kemenangan bersejarah pertamanya, tetapi juga karena pilihan jam tangan yang langsung menggoda para penggemar horologi. Di pergelangan tangan penyanyi dan rapper Amerika yang baru saja dinobatkan sebagai pemenang Grammy itu tersemat Piaget Polo 79 Two Tone yang baru dirilis.
Model yang ia kenakan, Reference G0A51150, adalah kreasi berdiameter 38mm yang dibuat dari kombinasi berselang-seling emas kuning dan emas putih 18K, dengan ciri khas motif horizontal “gadroon” yang mengalir mulus dari case ke gelang terintegrasi. Menghormati desain orisinal tahun 1979, interpretasi modern ini ditenagai mesin ultra-tipis 1200P1 self-winding buatan Piaget, dilengkapi micro-rotor yang dapat terlihat melalui case back kristal safir. Dengan profil ramping hanya 7,35mm dan bobot sekitar 205 gram, jam tangan ini menawarkan kehadiran yang terasa signifikan sekaligus kenyamanan ergonomis di pergelangan tangan.
Seniman kelahiran Virginia ini, yang memenangkan kategori Best Country Duo/Group Performance bersama Jelly Roll untuk lagu mereka “Amen,” mendedikasikan pialanya kepada “anak-anak para imigran,” menegaskan akar budayanya sekaligus makna lebih luas dari pencapaiannya. Dikenal dengan gaya eklektik, Shaboozey sebelumnya kerap memilih jam tangan bold yang penuh statement di berbagai ajang penghargaan, seperti Jacob & Co. Slender Ashoka Boutique Watch serba berlian (“iced-out”) yang ia kenakan di Grammy tahun lalu. Keputusannya beralih ke Piaget Polo 79 yang refined tahun ini menandai pergeseran sadar menuju kemewahan yang lebih understated. Jam tangan tersebut bukan hanya menyempurnakan penampilannya di karpet merah, tetapi juga mengisyaratkan langkah meninggalkan kemewahan yang terkesan berlebihan menuju estetika klasik yang bertumpu pada warisan.
















