Kengo Kuma Padukan Alam dan Sastra dalam Desain Perpustakaan Baru di Polandia
Dijuluki Wir Słowa, kompleks seluas 19.000 meter persegi ini menghadirkan lantai-lantai dinamis yang mengundang pergerakan mengalir.
Ringkasan
- Wir Słowa karya Kengo Kuma adalah perpustakaan seluas 19.000 meter persegi di Polandia dengan desain spiral bak pusaran dan atrium pusat yang diterangi cahaya alami dari langit.
- Strukturnya memanfaatkan kayu berkelanjutan dan baja untuk menghadirkan bentuk yang ringkas sekaligus ramah lingkungan.
Perpustakaan Wir Słowa di Rzeszów, Polandia – yang juga dikenal sebagai The Spiral of Words – adalah desain pemenang kompetisi karya Kengo Kuma & Associates, berkolaborasi dengan Schick Architekti, Buro Happold dan MASU Planning. Dengan luas hampir 19.000 meter persegi, proyek ini dirancang sebagai landmark kota yang membentuk kehidupan urban dan mendorong partisipasi aktif komunitas, menghadirkan ruang publik yang inklusif, tempat alam dan literatur bertemu dalam rangkaian ruang yang inspiratif sekaligus inovatif secara bentuk.
Diwujudkan dalam bentuk spiral, bangunan ini merepresentasikan perjalanan simbolis sekaligus fisik menelusuri kebudayaan dan pengetahuan. Di pusatnya terdapat lobi utama yang diterangi dari atas, mengelilingi ruang-ruang perpustakaan yang mengulur dalam spiral berkelanjutan di berbagai lantai. Desain ini dipuji dewan juri kompetisi karena orisinalitasnya, kehadirannya yang membentuk wajah kota, dan kualitas formalnya yang inovatif.
Konsep arsitekturnya menekankan keterbukaan dan keluwesan, dengan interior yang dirancang untuk mengakomodasi aktivitas studi sekaligus keterlibatan komunitas. Ruang acara dan area baca terjalin mulus di dalam spiral, menciptakan sirkulasi dinamis yang mengundang eksplorasi. Bentuknya yang kompak dan streamline memastikan efisiensi tanpa mengabaikan kebutuhan program, sementara penempatannya di dalam kawasan taman memperkuat karakter kontemplatif bangunan. Cahaya alami memegang peran kunci, menyusup melalui atrium pusat untuk menghidupkan suasana interior dan menegaskan keterhubungan antara pengetahuan dan lingkungan.
Desain lanskap oleh MASU Planning memperluas spirit perpustakaan hingga ke lingkungan sekitarnya. Di tingkat dasar, pulau-pulau hijau berfungsi sebagai penyangga ekologi, area retensi air, dan habitat keanekaragaman hayati, sementara taman atap di setiap lantai menghadirkan rangkaian ruang luar yang karakternya berubah seiring pengunjung naik ke tingkat berikutnya. Lanskap ini menjadi perpanjangan dari fasilitas indoor perpustakaan, menawarkan area untuk bermain, berkegiatan budaya, dan bersantai. Bersama-sama, arsitektur dan lanskap menciptakan ruang publik yang kohesif, tempat alam, budaya, dan kehidupan sehari-hari saling berbaur, memosisikan Perpustakaan Wir Słowa sebagai landmark sipil sekaligus lingkungan hidup yang terus berdenyut.


















