Tak Ada Lagi yang Terpotong dari Frame dengan Kamera Point-and-Shoot "Crew" Terbaru YASHICA
Kamera saku dengan lensa yang dapat ditarik ini mampu merekam video hingga resolusi 4K pada 60fps, serta hadir dalam nuansa Black dan Silver.
Ringkasan
Kamera kompak Crew baru dari YASHICA memadukan lensa zoom optik 6x retractable dengan layar 3,0 inci yang dapat dilipat 180 derajat penuh untuk selfie, vlog, dan foto grup
Baterai 700mAh yang dapat dilepas, pengisian daya USB-C, serta perekaman video hingga 4K pada 60fps menjadikan kamera seberat 126 g ini perangkat harian yang praktis
Dirancang di sekitar gagasan bahwa fotografi adalah pengalaman bersama, Crew membangkitkan nostalgia kamera kompak awal tahun 2000-an sekaligus menawarkan rehat dari layar smartphone
YASHICA baru saja merilis Crew, sebuah kamera point-and-shoot digital berukuran saku yang memadukan zoom optik 6x dengan layar lipat 180 derajat. Dirancang khusus untuk mengabadikan momen bersama sahabat, menemani para pelancong, hingga mengakomodasi pemula di dunia fotografi, kamera ini diposisikan sebagai alternatif mumpuni di luar smartphone Anda. Kehadirannya menawarkan jangkauan optik yang sesungguhnya sekaligus memudahkan Anda memastikan semua orang masuk ke dalam bingkai foto.
Lensa menjadi daya tarik utama dari desain kamera ini. Mengusung rentang fokus 4,26mm hingga 25,56mm dengan bukaan F3.1 hingga F6.4, lensa zoom optik 6x ini akan memanjang dari bodi saat kamera dihidupkan dan kembali masuk sepenuhnya saat dimatikan. Tambahan zoom digital 3x memperluas jangkauan untuk membidik subjek yang jauh. Saat lensa tertutup, Crew memiliki dimensi 10 x 2,6 x 6 cm, yang kemudian memanjang hingga kedalaman 5,3 cm saat lensa terbuka. Bobotnya sendiri mencapai 126 g tanpa baterai.
Beralih ke bagian belakang, terdapat layar LCD 16:9 berukuran 3,0 inci yang dapat diputar 180 derajat menghadap ke depan, mengubah proses mengatur komposisi foto menjadi aktivitas yang menyenangkan bersama grup. Pengguna cukup meletakkan kamera di atas meja, mengatur bingkai dari depan, dan mengambil gambar tanpa perlu repot meminta bantuan orang asing atau memanjangkan lengan layaknya berswafoto. Konfigurasi yang sama juga sangat ideal bagi para vlogger solo yang ingin mendokumentasikan jurnal perjalanan, proyek kreatif, maupun momen-momen di balik layar.
Di balik bodinya, bersemayam sensor 1/3,06 inci beresolusi 13MP, yang mampu menghasilkan foto JPEG dalam pilihan resolusi 13MP, 24MP, atau 36MP pada rasio 4:3 maupun 16:9. Untuk urusan video, kamera ini secara bawaan merekam dalam format MP4 dengan resolusi asli 2,7K, yang bisa ditingkatkan hingga resolusi 4K pada 60fps atau diturunkan ke 1080p pada 120fps untuk klip slow-motion. Kecepatan rana berkisar dari 1/8000 detik hingga 1 detik, dengan ISO maksimum mencapai 3200 (lengkap dengan opsi otomatis). Tersedia juga tujuh filter bawaan untuk menyulap estetika visual secara instan langsung dari kamera. Jarak fokusnya sendiri dimulai dari sekitar satu meter.
Untuk menemani aktivitas yang padat, Crew mengandalkan baterai lithium-ion 700mAh yang dapat dilepas pasang. Ini memungkinkan Anda membawa baterai cadangan dan menggantinya di tengah perjalanan tanpa perlu repot mencari stopkontak. Pengisian daya dan konektivitas didukung oleh port USB-C. Sementara itu, penyimpanannya menggunakan kartu microSD yang dijual terpisah, di mana YASHICA merekomendasikan kartu UHS-3 U3 berkapasitas minimal 32GB untuk kebutuhan perekaman video.
Nama kamera ini mencerminkan filosofi di baliknya. YASHICA terinspirasi dari dinamika kru kerja, tim produksi, serta kedekatan sekelompok sahabat, memposisikan Crew sebagai perlengkapan yang bisa dinikmati bersama, bukan sekadar gawai pribadi. Bebas dari gangguan notifikasi dan lini masa media sosial, kamera ini hadir sebagai medium untuk lebih bersantai dan mengamati sekitar dengan saksama—sebuah sensasi yang diyakini YASHICA sangat identik dengan tren membawa kamera saku di akhir tahun 1990-an dan awal 2000-an. Kepraktisan sistem point-and-shoot yang ditawarkan juga menjadikannya titik awal yang ramah bagi para pelajar dan kreator muda yang ingin mendalami teknik komposisi dan pencahayaan.
Sentuhan nostalgia tersebut terasa begitu bermakna bagi label yang didirikan di Nagano, Jepang, pada tahun 1949 ini. YASHICA masih memproduksi perangkat analog seperti Snapshot Art Camera MF-1 dan kamera film sekali pakai, sementara lini digital City dan FX-D mereka menghadirkan gaya vintage ke dalam format modern. Tak ketinggalan, mereka juga melahirkan ragam kamera crossover lewat kolaborasi bersama sejumlah mitra, termasuk Sanrio dan Peanuts. Kamera saku era film garapan jenama ini, khususnya seri T4, telah menjelma menjadi objek buruan ikonik bagi generasi baru pencinta fotografi dalam beberapa tahun terakhir. Crew sendiri memberikan penghormatan pada warisan tersebut melalui dua pilihan tampilannya: versi Black minimalis yang memancarkan pesona kontemporer, dan versi Silver yang dirancang meniru estetika deretan kamera klasik YASHICA.
Pemesanan pre-order untuk YASHICA Crew kini telah dibuka, dengan jadwal pengiriman yang diperkirakan akan dimulai pada akhir Oktober 2026.