BUNNEY x Martine Rose Sulap "The Bottle Top" Jadi Harta Karun Pub Berbalut Logam Mulia
Tutup bir bergelombang, pembuka botol, serta gelas tankard disulap menjadi benda warisan berbalut perak sterling dan emas 18 karat.
Ringkasan
BUNNEY dan Martine Rose telah berkolaborasi dalam “The Bottle Top,” sebuah koleksi kapsul perhiasan dan aksesori minum yang terinspirasi dari pub dan balai warga
Pinggiran bergerigi dari tutup botol bir hadir secara berulang pada lencana, anting-anting, kalung rantai, dan cincin stempel, yang dipadukan dengan referensi pembuka botol serta gelas bir bertekstur dimple. Setiap perhiasan dibuat di Inggris menggunakan metode tradisional, memadukan
kejelian Martine Rose terhadap kebudayaan sehari-hari dengan komitmen BUNNEY pada kerajinan buatan tangan.
BUNNEY dan Martine Rose berkolaborasi dalam “The Bottle Top,” sebuah koleksi kapsul perhiasan dan aksesori minum yang berpusat pada tutup botol bir sederhana. Proyek ini menyoroti pub, kelab lokal, dan balai masyarakat sebagai tempat orang-orang berkumpul, serta mengadaptasi bahasa desainnya dari benda-benda kecil yang berpindah tangan di meja bar dalam ruangan-ruangan tersebut.
Pinggiran bergerigi dari tutup botol ini menjadi jangkar untuk hampir setiap kepingan perhiasan, muncul berulang kali sebagai motif khas koleksi ini. Pin perak sterling dan sepasang anting yang serasi menampilkan bentuk tutup botol itu sendiri, sementara kalung dan gelangnya dipadukan dengan pembuka botol, yang tersedia dalam pilihan perak sterling 925 atau emas kuning 18 karat. Cincin stempel (signet ring) menawarkan pilihan paling beragam: perak sterling solid, emas kuning 18 karat solid, atau desain paduan dua warna yang menggabungkan kedua logam tersebut.
Di luar perhiasan, jajaran koleksi ini juga mencakup benda-benda yang melengkapi keseruan malam. Pembuka botol perak sterling menyulap perkakas laci yang sering terlupakan menjadi sesuatu yang layak disimpan di dalam saku, sementara gelas kaca tankard menghadirkan kembali cangkir pint berlesung pipit yang telah lama akrab menghiasi rak-rak bar. Kedua karya ini mempertahankan siluet aslinya, sehingga wujudnya langsung mudah dikenali meskipun materialnya telah berubah.
Produksinya tetap dilakukan di dalam negeri, dengan semuanya dibuat langsung secara handmade di Inggris menggunakan teknik tradisional. Hal ini sejalan dengan pendekatan yang telah lama diusung BUNNEY, di mana label ini bermitra dengan berbagai bengkel karya di seluruh Inggris untuk membuat dan menyempurnakan setiap karya secara manual. Di sini, tingkat perhatian ekstra tersebut jatuh pada wujud tutup botol yang biasanya dibuang ke tempat sampah tanpa dipikir dua kali oleh kebanyakan orang.
Gagasan utama yang mendorong koleksi kapsul ini adalah pergeseran nilai: benda sekali pakai berubah menjadi sesuatu yang berharga untuk disimpan, dan ritual minum di pub berubah menjadi barang kenang-kenangan. Konsep ini sangat sesuai dengan Martine Rose, yang lini pakaian prianya sudah lama mengambil inspirasi dari referensi subkultur dan pedoman kehidupan sehari-hari, sementara BUNNEY menyuplai logam mulia serta keabadian agar referensi tersebut dapat terus bertahan melintasi zaman.
Koleksi “The Bottle Top” hadir pada bulan Oktober melalui BUNNEY, Martine Rose, dan beberapa peritel pilihan.