Koleksi Wales Bonner FW26 Mendefinisikan Ulang Seragam Bergaya Arsitektural
Bertajuk “Morning Raga”, koleksi ini menjembatani logika estetika Balkrishna Doshi dengan kelenturan penuh jiwa dari spiritual jazz.
Ringkasan
- Koleksi FW26 Wales Bonner menggali dari warisan arsitektur modernis Balkrishna Doshi
- Koleksi ini menampilkan trainer adidas Karintha, tailoring indigo bergaya Savile Row, serta perhiasan Botswanan buatan tangan
- Siluet-siluetnya memadukan struktur bergaya seragam dengan tekstil berirama yang terinspirasi jazz
Koleksi Wales Bonner Fall/Winter 2026 bertajuk “Morning Raga” ini adalah sebuah renungan mendalam tentang harmoni elementer dalam tradisi arsitektur modernis. Mengambil inspirasi dari visi humanis sang arsitek India, Balkrishna Doshi, Grace Wales Bonner menghadirkan jajaran busana yang menyeimbangkan sisi fungsional dengan sensualitas.
Menghidupkan kembali seragam-seragam arketipal, siluet polo heritage ditinggikan dengan selempang satin seremonial, sementara kemeja sutra menampilkan paduan blok warna yang sofistikated dalam nuansa gading dan biru Atlantic. Abstraksi geometris menjadi karakter utama outerwear, hadir dalam pola grid minimalis yang ditenun dengan sangat teliti ke dalam mantel wol Italia dan chore jacket.
Aura koleksi ini dibentuk oleh album John Coltrane,Meditations, yang memadukan tradisi India dengan ekspresi modernis. Dialog kultural ini terwujud lewat motif kotak Madras yang tegas, kemeja bergaris Bengal bertekstur kusut, serta bros bernuansa arsitektural dari kayu Panga Panga karya pengrajin Botswanan, Beullah Serema dan Peter Mabeo.
Kolaborasi strategis tetap menjadi pusat keunggulan teknis rumah mode ini. Lini adidas Originals menghadirkan trainer Karintha dalam material crocodile serta profil BW Army terbaru. Untuk lemari formal, tuksedo linen indigo rancangan Anderson & Sheppard dari Savile Row menawarkan alternatif ringan untuk busana malam klasik, dilengkapi knitwear John Smedley dan moccasin bermotif zebra. Pada akhirnya, koleksi “Morning Raga” merayakan desain modernis sebagai wujud optimisme lintas budaya yang dihadirkan dengan cara yang benar-benar unik.


















