Debut SOSHIOTSUKI di Pitti & Kebangkrutan Saks Global: Kabar Fashion Terpanas Pekan Ini
Selalu update tren terbaru di industri fashion.
Ringkasan
-
Perubahan besar di lini bisnis mencakup pengajuan Chapter 11 oleh Saks Global, para pendiri SSENSE yang mempertahankan kepemilikan, serta penjualan kuartal ketiga Richemont yang memecahkan rekor berkat dorongan kuat dari Hong Kong.
-
Di ranah kreatif, Palace mengonfirmasi pembukaan flagship di Hong Kong, sementara SOSHIOTSUKI dan Hed Mayner menayangkan koleksi FW26 mereka di Pitti Uomo.
SOSHIOTSUKI Perkenalkan Kolaborasi ASICS & PROLETA RE ART di Runway FW26 Pitti Uomo
Desainer Jepang SOSHIOTSUKI melakukan debut di Pitti Uomo dengan menghadirkan koleksi Fall/Winter 2026 yang menjembatani tailoring Eropa dengan keahlian kriya Jepang. Peragaan busana di Refettorio di Santa Maria Novella tersebut menonjolkan inovasi struktural, seperti kemeja potongan bias dan kerah jas melengkung yang dirancang untuk menciptakan ilusi gerak. Sorotan utama termasuk kolaborasi dengan ASICS, yang di-tease lewat hoodie tracksuit beludru biru, serta PROLETA RE ART, yang menyumbang blazer distressed dengan detail jahitan tradisional sashiko. Otsuki menggambarkan presentasi ini sebagai bentuk “reverse importation,” membawa perspektif unik yang memadukan budaya ke rumah spiritual tailoring Italia.
Saks Global Ajukan Perlindungan Kebangkrutan Chapter 11
Saks Global secara resmi mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 setelah gagal membayar bunga sebesar 100 juta USD pada akhir Desember. Raksasa ritel yang memiliki Saks Fifth Avenue, Neiman Marcus, dan Bergdorf Goodman ini akan memulai proses restrukturisasi di bawah pengawasan pengadilan untuk mengelola beban utang yang besar. Sebagai bagian dari transisi, Geoffroy van Raemdonck, mantan eksekutif Neiman Marcus Group, ditunjuk sebagai CEO menggantikan Richard Baker. Untuk menjaga kelangsungan operasional selama periode ini, Saks Global telah mengamankan pembiayaan baru sebesar 1,75 miliar USD, memastikan butik fisik dan platform e-commerce mereka tetap beroperasi penuh bagi pelanggan.
Para Pendiri SSENSE Menang Tender untuk Pertahankan Kendali
Keluarga Atallah berhasil memenangkan penawaran yang disahkan pengadilan untuk mempertahankan kepemilikan penuh atas SSENSE, mengamankan masa depan platform tersebut di bawah para pendiri aslinya. Kesepakatan yang diperkirakan tuntas pada 13 Februari 2026 ini memungkinkan retailer berbasis Montreal tersebut keluar dari perlindungan kebangkrutan dan menghindari penjualan kepada pihak ketiga. Meski pasar luxury tengah menantang, SSENSE tetap beroperasi berkat pembiayaan sementara dan bahkan telah membayar di muka untuk stok Fall/Winter 2025 dan Spring/Summer 2026 guna mendukung para mitra brand. Tim eksekutif menegaskan kepada karyawan bahwa kepemimpinan operasional sehari-hari akan tetap sama sementara perusahaan berfokus pada stabilitas dan pemulihan.
Hed Mayner FW26 Menemukan Sisi Terang Lewat Arketipe yang Diimajinasikan Ulang
Hed Mayner menampilkan koleksi Fall/Winter 2026 di Pitti Uomo 109, menghadirkan deretan look yang mendistorsi siluet klasik untuk menonjolkan bentuk tubuh manusia. Desainer berbasis Paris ini memadukan arketipe sehari-hari dengan sentuhan “off-kilter glamour,” memasangkan denim pudar dan kardigan longgar dengan gaun beludru remuk serta celana berpayet. Koleksi ini dipenuhi tailoring bernapas dramatis, termasuk jaket dengan lengan melengkung ke depan dan mantel bulu sintetis bervolume. Aksesori memegang peranan penting, dengan para model membawa tas tangan kulit berstruktur runtuh dan sepatu hasil kolaborasi terbaru dengan Reebok—NPC Insigna—yang melalui proses heat-wash untuk mendapatkan estetika terdistorsi dan memanjang.
Richemont Menantang Tekanan Pasar dengan Kuartal Rekor 7,4 Miliar USD
Richemont melaporkan penjualan kuartal ketiga yang memecahkan rekor sebesar 7,43 miliar USD, menentang tren pelemahan pasar luxury global dengan kenaikan pendapatan 11%. Lonjakan ini terutama ditopang oleh divisi perhiasan, termasuk Cartier dan Van Cleef & Arpels, yang mencatat pertumbuhan penjualan 14%. Sementara pasar AS dan Timur Tengah menunjukkan pertumbuhan kuat, Hong Kong muncul sebagai pendorong krusial, menandai kembalinya permintaan yang solid di kawasan tersebut. Divisi jam tangan konglomerat ini juga mengejutkan dengan kenaikan 7%, meski dihadang harga emas yang tinggi dan tarif perdagangan Swiss.
Palace Skateboards Umumkan Pembukaan Flagship Store Hong Kong
Palace Skateboards secara resmi mengonfirmasi pembukaan gerai ritel fisik pertama mereka di China, dengan flagship store baru di Hong Kong yang dijadwalkan buka pada 7 Februari 2026. Setelah ekspansi sukses ke Seoul dan Fukuoka, brand berbasis London ini terus melanjutkan ekspansinya di pasar-pasar kunci Asia. Untuk merayakan peluncuran tersebut, Palace akan merilis rangkaian koleksi eksklusif bertema peringatan dengan desain yang dilokalkan. Toko ini digadang-gadang menjadi hub baru bagi komunitas skate dan fashion di kota tersebut, memadukan warisan street khas Inggris dari Palace dengan lanskap ritel Hong Kong yang dinamis.














