Keke Palmer dan Demi Moore Pamer Jurus Pencurian di Teaser Trailer ‘I Love Boosters’
Menjanjikan aksi komplotan pencuri berkecepatan tinggi di dunia shoplifting kelas elite.
Ringkasan
-
Disutradarai oleh Boots Riley dan didistribusikan oleh NEON, I Love Boosters menampilkan Keke Palmer dan Demi Moore sebagai pemain kunci dalam sindikat pencurian di gerai ritel yang canggih dan berisiko tinggi
-
Film ini akan debut di festival SXSW, menyajikan pandangan satiris dan bergaya tentang kultur “booster” serta persinggungannya dengan ritel mewah dan keserakahan korporasi
-
Memadukan ketegangan heist-thriller dengan komentar sosial khas Riley, film ini mengulik ekonomi bawah tanah lewat kacamata pemberontakan dan upaya bertahan hidup
Sang maestro satir surealis, Boots Riley, kembali untuk mengguncang status quo lewat proyek layar lebarnya yang terbaru, I Love Boosters. Dijadwalkan tayang setelah debut di SXSW, NEON telah merilis trailer perdana film ini, yang menjanjikan perspektif absurd nan berenergi tinggi tentang dunia bawah tanah para pencuri profesional di gerai ritel. Kisahnya mengikuti sebuah kru “boosting” yang karismatik dan nekat—dipimpin duo powerhouse Keke Palmer dan Demi Moore—saat mereka bermanuver di tengah taruhannya yang tinggi antara kebutuhan untuk bertahan hidup dan kompleks industri ritel mewah.
Trailer tersebut menampilkan gaya visual khas Riley, memadukan energi urban yang mentah dengan dunia “booster” yang intens dan hiper-stilistik—para ahli yang “membebaskan” barang-barang mewah dari raksasa korporasi. Palmer memancarkan karisma tak terbantahkan di peran utama, sementara Moore tampaknya memerankan sosok veteran sindikat yang canggih dan mungkin tak terduga. Bersama-sama, mereka mengokohkan sebuah kisah yang mengulik etika ala “Robin Hood” dalam pencurian ritel terorganisir, menjadikan sindikat pencurian di gerai ritel ini sebagai medium komentar sosial dan pemberontakan penuh gaya.
Diproduksi oleh NEON, studio yang dikenal kerap mengusung sineas berani dan lintas-genre, I Love Boosters tampak siap menjadi penerus yang sepadan bagi karya terobosan Riley, Sorry to Bother You. Dengan menyorot subkultur “booster”—kelompok yang kerap diabaikan atau dicap buruk oleh media arus utama—Riley menghadirkan sebuah fantasia “Timur Jauh” yang berdenyut hidup tentang dunia bawah tanah Amerika. Entah lewat euforia “mengambil” maupun solidaritas kru, film ini siap menjadi film heist paling stylish dan provokatif tahun ini. Film ini akan tayang di bioskop pada 22 Mei.



















