X+Living Hadirkan ‘Kuil’ Bayangan dan Kisah untuk Toko Buku Zhongshuge di Tianjin
Garis-garis ortogonal dan struktur bertingkat mengubah ruang menjadi perjalanan visual penuh kejutan.
Ringkasan
- Desain X+Living untuk toko buku Zhongshuge di Tianjin, Tiongkok, memadukan warisan budaya dengan sentuhan desain modern di distrik kota bergaya Italia.
- Dibangun dengan 400.000 batu bata merah khusus, ruang ini menonjolkan deretan jendela bay window berlapis serta panel baja bergelombang bak ombak.
Toko buku Zhongshuge di Tianjin, Tiongkok, yang dirancang oleh X+Living, merupakan landmark budaya yang ikonis dan menawan, memadukan inovasi arsitektur dengan atmosfer literer. Berlokasi di kawasan wisata bergaya Italia di Tianjin, toko buku ini dirancang sebagai dialog antara desain modern dan lingkungan historis di sekelilingnya. Proyek ini menata ulang sebuah bangunan kontemporer menjadi pusat budaya, menyatukan desain arsitektur dan interior dalam satu visi yang utuh.
Desain arsitektur dan interiornya didefinisikan oleh dua material struktural utama yang diekspos apa adanya: batu bata merah dan baja biru tua. Terinspirasi dari makna historis dan kultural batu bata merah dalam tradisi arsitektur Tiongkok dan Italia, X+Living menggunakan sekitar 400.000 batu bata khusus untuk membentuk tubuh utama toko buku. Susunan bata, dengan detail bergaya Italia seperti kolom dekoratif dan lengkungan bundar, ditata berlapis dengan celah-celah horizontal untuk menghadirkan efek visual menyerupai tirai Venetian. Teknik ini mengubah tekstur visual material yang padat dari terasa berat menjadi lebih ringan, menghadirkan kesan transparansi dan ritme pada fasad.
Di dalam, perjalanan pengunjung bersifat sekaligus fisik dan spiritual, dirancang sebagai ruang publik yang terbuka dan inklusif. Komposisi ruangnya terinspirasi dari objek keseharian seperti jendela bay window, yang ditafsirkan ulang untuk menciptakan efek visual berlapis. Cahaya menyusup melalui struktur-struktur yang saling tumpang tindih, menghasilkan permainan terang dan bayang yang dramatis. Pendekatan ini mengubah material berat menjadi bentuk yang tampak lebih ringan, menghadirkan rasa keterbukaan dan ritme di seluruh ruang.
Atrium pusat toko buku ini menampilkan panel baja biru tua yang disusun berlapis-lapis bak air terjun, membangkitkan gerak gelombang dan melambangkan penyebaran pengetahuan. Para pengunjung bergerak naik melalui tangga dan rak buku bertingkat, sebuah perjalanan yang secara metaforis merefleksikan pencarian manusia akan kebenaran dan kebijaksanaan.
Desain ini merupakan pernyataan tingkat tinggi tentang keahlian kriya dan fungsi yang terintegrasi, di mana material itu sendiri—batu bata dan baja—tidak disembunyikan, melainkan dihadirkan sebagai bentuk fungsional final. Kerajinan yang sangat teliti, terutama batu bata khusus dengan ragam bentuk untuk mewujudkan lengkungan kompleks, dimaksudkan sebagai pengingat halus bagi para pengunjung untuk melambat dan meresapi proses kontemplatif membaca dan berpikir di era yang serba cepat.


















