Polo Ralph Lauren x TÓPA: Merawat Tradisi Adat Northern Plains
Menghadirkan motif-motif tradisional, termasuk grafis thípi, bintang bersudut empat, dan desain border signature TÓPA.
Ringkasan
- Program Artist in Residence dari Polo Ralph Lauren menghadirkan TÓPA, label yang digawangi masyarakat adat dari bangsa Oceti Sakowin, yang memadukan klasik khas Polo dengan desain tradisional signature TÓPA.
- Koleksi kapsul, yang mencakup sweater dan coat, ini merayakan keahlian kriya warisan yang tak lekang waktu, dengan 5% dari harga pembelian disalurkan untuk mendukung Lakota Language and Education Initiative.
Melanjutkan program Artist in Residence yang telah berjalan, Polo Ralph Lauren berkolaborasi dengan TÓPA, label kontemporer berjiwa Indigenous yang berpusat pada tradisi bangsa Oceti Sakowin. Koleksi lintas budaya ini memadukan elemen signature label yang dipimpin masyarakat adat tersebut dengan staple musim gugur klasik Polo, merayakan keindahan di balik craftsmanship yang bertahan lintas generasi.
Untuk kapsul Polo Ralph Lauren edisi terbatas bersama TÓPA ini, sweater v-neck intarsia, chore coat, dan celana dihiasi motif border khas sang label, terinspirasi dari jalur-jalur lembah dramatis nan memukau di wilayah Dakotas. Menonjol dengan sentuhan Americana, ada jaket kulit berstud dengan detail bintang bersudut empat dan grafis thípi cermin di bagian punggung.
Pasangan yang kemudian menjadi founder, Jocy dan Trae Little Sky, menamai brand mereka TÓPA, yang berarti “empat” dalam bahasa Oceti Sakowin, untuk menghormati makna penting angka tersebut dalam tradisi budaya dan motif desain mereka. Berakar pada warisan Indigenous, brand mereka memadukan gaya modern dengan elemen visual tradisional masyarakat Northern Plains secara mulus dan kontemporer.
Jocy berasal dari suku Dakota dan Mandan, Hidatsa, dan Arikara Nation, sementara Trae adalah Oglala Lakota dan Stoney Nakoda; keduanya merawat kriya dan pusaka leluhur mereka lewat regalia buatan tangan yang dikenakan saat Pow Wows, menggunakan teknik turun-temurun seperti quilling, beading, dan pengerjaan kulit.
“Sejak lama kami mengagumi Ralph Lauren dan bagaimana brand tersebut menghidupkan berbagai dunia lewat desain dan storytelling-nya,” ujar Jocy. “Kolaborasi dengan Polo Ralph Lauren ini menghormati komunitas, budaya, dan cara hidup kami, dan kami berharap hal ini menginspirasi orang untuk bangga atas siapa diri mereka, dari mana mereka berasal, dan berani mengejar mimpi mereka,” tambahnya.
Menurut Ralph Lauren, 5% dari harga pembelian setiap item dari koleksi Polo Ralph Lauren x TÓPA akan didonasikan kepada Thunder Valley Community Development Corporation untuk mendukung Lakota Language and Education Initiative. Program Artist in Residence perusahaan ini dimulai pada 2023, dengan tujuan menjaga kelestarian kriya dan warisan budaya melalui kolaborasi bersama para artisan dalam koleksi kapsul yang saling menguntungkan.
Belanja koleksinya sekarang di webstore resmi Ralph Lauren dan nantikan update terkini soal industri fashion hanya di Hypebeast.



















