Humble Kembali — Siapa Sih Mereka?
Label skate besutan Genesis Evans dan Conor Prunty kembali ke skena dengan drop perdana setelah bertahun-tahun, tersedia eksklusif di Supreme dan Domicile Tokyo. Duo ini menyegarkan ingatan kita soal DNA brand mereka.
Awal kisah Humble tidaklah terlalu rendah hati; Genesis Evans—lebih dikenal sebagai Genny—memulai kariernya sebagai skater di Supreme, sebelum berkolaborasi dengan sesama skater New York, Conor Prunty, untuk melahirkan Humble.
Meski diluncurkan pada 2015, brand ini tetap setia pada namanya—baik dalam etos maupun pendekatan desain—dengan aura membumi yang menular mewarnai palet outerwear grafisnya.
Hari ini, label arahan Genny dan Prunty kembali dengan gemilang lewat relaunch Fall/Winter 2025, merayakan akar autentiknya yang membumi sebagai kompas comeback-nya.
Genny dan Prunty memberi kami kilas cepat soal inti dari brand ini.
Bagi yang belum kenal, siapa sebenarnya Humble?
Connor: Humble adalah Genesis Evans dan Conor Prunty.
Genny: Sebuah brand untuk mereka yang rendah hati.
Bagaimana kalian mendeskripsikan etos inti atau pendekatan desain brand kalian?
C: Brand ini selalu berjiwa ringan. Kami tak pernah alergi pada warna atau visual bernuansa kartun, namun kami selalu menyajikannya dengan cara yang berkelas.
G: Kami suka mencipta hal-hal yang kami rasa keren; sejak dulu Conor dan aku memang menggemari kartun dan animasi, dan menurutku itu terlihat dalam pendekatan kami terhadap banyak hal.
Apa yang dibawa Humble ke skena streetwear/skatewear?
C: Di fase pertama, aku bangga dengan video-video kami dan proyek kompilasi musik, tetapi karena kami tidak membuat video skate, kami berharap bisa tetap menambah warna di skena lewat cara lain.
G: Swag baru.
Apa yang membuat Humble berbeda?
C: Namanya dan logonya.
G: Swag yang berbeda.
Mengapa sekarang saat yang tepat untuk kebangkitan ini?
G: Rasanya memang waktunya. Kami perlu mengambil jeda dari Humble untuk menyadarinya, tapi aku selalu merasa kami baru saja mulai—masih banyak yang bisa kami lakukan. Brand ini selalu mendapat begitu banyak cinta, dan semua orang terus menanyakannya.
C: Semua orang ingin kaus Humble, jadi kami harus membuat lebih banyak. Dan Genny membuatku kembali bersemangat menggarap brand ini; sejauh ini seru.
Ceritakan lebih jauh tentang grafis ini—bagaimana tercipta, dan apa makna di baliknya?
C: Teman kami tak henti bercanda mengaku betapa ‘humble’ dirinya, jadi suatu malam aku langsung menggambarnya. Genny sudah bilang ingin memulai sebuah brand atau melakukan sesuatu bersama, jadi logo itu yang kemudian memantik semuanya. Sulit bilang ada makna khusus, tapi tampilannya memang… lucu. Satu bunga kecil itu cocok dengan namanya—itu saja.
Kenapa memilih Liim untuk menjadi wajah utama lookbook?
G: Aku, Liim, dan Erika (yang juga ada di lookbook) banyak menghabiskan waktu di studio tahun ini mengerjakan musik, jadi rasanya masuk akal. Nilai tambahnya, mereka berdua memang orang yang humble. Shoutout juga untuk temanku, Sugar, yang memotret; dia juga sangat humble.
Koleksi Fall/Winter 2025 dari Humble rilis di situs web resmi brand—serta di Supreme dan Domicile Tokyo—hari ini, 17 Oktober, pukul 12.00 siang EST.