Doja Cat Akhirnya Punya Skin Fortnite—Kini Menguasai Nitemare Island sebagai Mother of Thorns
Peraih GRAMMY ini bukan sekadar seleb tempelan di Fortnitemares. Sebagai pemain lama yang khatam lore, ia memastikan ‘ultimate extension of a brand’ ini dirancang untuk para fans—dan untuk dirinya.
Menempatkan Doja Cat di pusat kekacauan Fortnitemares milik Epic Games adalah pilihan yang tak perlu dipertanyakan. Peraih GRAMMY yang masuk ke Nitemare Island sebagai The Mother of Thorns ini adalah gamer fanatik, pencinta Halloween, dan merayakan ulang tahunnya di musim yang sama. Namun mari luruskan satu hal: kolaborasi ini bukan sekadar tie-in selebritas yang asal tempel; Doja Cat benar-benar seorang pemain sejati dan telah lama bermain Fortnite.
Selama bertahun-tahun, ia secara terbuka menunjukkan bahwa ia paham betul cinta sekaligus amarah yang muncul saat memainkan gim online ini. Selain sempat menyebut gim tersebut di “Agora Hills”, ia kerap menggelar Instagram Live sambil bermain, dan pernah mengatakan kepada MTVPush lima tahun lalu bahwa kecanduannya pada Fortnite telah mengubahnya menjadi pribadi yang tidak ia sukai — sebuah perasaan yang sangat bisa dipahami banyak pemain. Jimmy Fallon bahkan mencoba menguji pengetahuannya soal Fortnite lore lewat permainan “Real or Fake” di The Tonight Show. Tak mengherankan, ia menjawab semuanya dengan benar.
“The Mother of Thorns dibuat untukku.”
The Mother of Thorns mengambil inspirasi visual dari video musik “Paint The Town Red”, dengan sang artis di dalam gim tampil dalam busana serba merah ikonis ala Doja Cat. “Aku sudah menunggu bertahun-tahun untuk punya Fortnite skin sendiri. Sebagai pemain sungguhan, ini terasa spesial bagiku,” ujarnya kepada Hypebeast. “Fortnite jarang mengembangkan alur cerita in-game yang utuh seputar seorang selebritas, maka aku langsung menyambar kesempatan untuk memainkan peran sungguhan, mengisi suara, dan betul-betul menyelami karakter.” Dengan Fortnitemares yang meluncur hanya sepekan sebelum album studio terbarunya, Vie, Doja Cat dan Fortnite juga mengejutkan para penggemar dengan memberi bocoran “AAAHH MEN!” lewat trailer acara tersebut. “Rasanya seperti skor puitis untuk trailernya.”
Butuh sekitar sembilan bulan pengembangan kreatif sampai proyek ini benar-benar terwujud. “Proses mengembangkan visual dan hasil akhirnya sungguh luar biasa. Sementara di musik, proses kreatifnya terasa lebih seketika,” tuturnya. Selain set “Paint The Town Red”-nya, para pemain juga bisa mendandani Doja Cat versi in-game dengan outfit “Agora Hills” dan berganti di antara tiga gaya rambut yang bisa ditukar-pasang, dengan mullet sebagai bawaan. “Kami bahkan menjadikan skin Agora Hills sebagai emote levitasi, yang secara pribadi bikin aku terobsesi,” tambahnya.
“Fortnite adalah ekstensi paling paripurna dari sebuah brand, dan menjadi karakter yang bisa dimainkan adalah bentuk interaksi paling dekat yang bisa kamu lakukan dengan para penggemar,” kata Doja Cat. Ia memastikan semangat itu tertanam dalam penciptaan The Mother of Thorns, memungkinkan pemain untuk merekrutnya sebagai pendamping setelah mereka mengalahkannya. “Saat ide itu pertama kali dipresentasikan, rencananya hanya supaya [The Mother of Thorns] dikalahkan,” akuinya, “tapi aku tidak melihat ada serunya.” Kini, para pemain berkesempatan menjadikannya bala bantuan saat mereka menghadapi pemain lain di pulau.
“Aku sudah menunggu bertahun-tahun untuk punya skin Fortnite sendiri… ini terasa spesial bagiku.”
“The Mother of Thorns dibuat untukku,” ujar Doja Cat dengan bangga—dan itu terlihat jelas. Mulai dari emote baru yang diintegrasikan, ketelitian detail karakternya, hingga olah suaranya yang begitu apik (ia akan menjadi pengisi suara yang hebat), The Mother of Thorns hadir sebagai tambahan yang menyenangkan dan menyegarkan untuk Fortnitemares bagi para pemain Fortnite dan para penggemarnya. “Aku tak bisa memikirkan cara yang lebih baik untuk hadir di gim ini selain melalui musim liburan favoritku (dan ulang tahunku), dan sepekan setelah perilisan album studio kelimaku, Vie.”
Selama delapan tahun sejak Fortnitemares pertama, para pemain paham betul sejauh apa evolusinya. Dari awalnya hanya menghadirkan karakter in-game hingga kini menggandeng IP besar seperti Scooby-Doo dan nama-nama A-list seperti Doja Cat, gim ini kian menegaskan pengaruhnya yang tahan lama.
Sempatkan mampir menjumpai Doja Cat di Nitemare Island sebelum 1 November. “Aku akan menunggu dan memantau,” godanya, namun perhatikan peringatannya: “The Mother of Thorns itu licik, dan kehadiranku menjalar ke seluruh pulau.”



















