"Soft Syntax" oleh p(erson)al: Furnitur Fleksibel yang Responsif

Menggunakan komponen gooseneck, furnitur lentur karya Woojin Park beradaptasi dengan interaksi pengguna.

Desain
521 0 Komentar
Save

Ringkasan

  • Pameran “Soft Syntax” besutan p(erson)al, studio berbasis Seoul, mendefinisikan ulang komponen gooseneck dengan mengeksplorasi dualitas fleksibilitas dan kekakuannya untuk desain furnitur yang responsif.
  • Woojun Park memanfaatkan komponen industri ini untuk menciptakan objek yang dinamis dan mudah beradaptasi dengan penggunanya—cerminan filosofi keseimbangan dan desain yang berpusat pada manusia.

p(erson)al, studio desain berbasis Seoul yang dipimpin oleh Woojin Park, mempersembahkan pameran spasial yang berfokus pada proyek “de-goose” karyanya. Bertajuk “Soft Syntax”, instalasi furnitur fleksibel ini berupaya mendekonstruksi penggunaan gooseneck yang lazim—komponen struktural fleksibel yang kerap digunakan untuk pencahayaan dan peralatan industri.

Eksperimen sang desainer menyandingkan dua sifat gooseneck—fleksibilitas dan kekakuan—untuk menyingkap bentuk serta kualitas fungsional baru. Beriringan dengan rangka stainless steel yang kaku, komponen gooseneck menyuguhkan pengalaman yang responsif bagi pengguna. de-goose chair 1 karya Woojin menjadi iterasi perdana dari konsep ini, memanfaatkan gooseneck pada sandaran punggung melengkung yang menyesuaikan tubuh pengguna secara luwes.

Saat pengguna berinteraksi dengan furnitur—dengan duduk atau bersandar—umpan balik aktif itu tercermin langsung pada desainnya, mengubah furnitur yang statis menjadi objek dinamis. Filosofi sang desainer mengekspresikan keseimbangan antara aspek seperti objektivitas dan subjektivitas, juga antara standarisasi dan sifat berubah-ubah. Lewat kacamata ini, p(erson)al menafsirkan ulang material industri yang lazim, menjadikannya bentuk dan fungsi yang didefinisikan ulang, lalu berevolusi menjadi objek dan ruang baru.

Terlepas dari fungsi dan filosofi, secara estetika p(erson)al berbicara dalam bahasa minimalis khas desain Korea Selatan kontemporer. Kehadiran material metalik dan bentuk-bentuk reduktif dengan kepekaan manusiawi menjadi ciri bukan hanya karya p(erson)al, tetapi juga para sezamannya seperti Sisan Lee dan Junho Kang. Selaras dengan semangat pameran “Soft Syntax”, kancah desain Seoul yang tengah berkembang mendorong desain berpusat pada manusia dengan nuansa yang ramping nan subtil.

Pantau terus Hypebeast untuk insight desain terkini.

Baca Artikel Lengkap

Baca Berikutnya

Ada Tempat Baru untuk Belanja Furnitur Kekinian di UK
Desain

Ada Tempat Baru untuk Belanja Furnitur Kekinian di UK

Warga UK, belanja furnitur berdesain kece sekarang jadi jauh lebih gampang.

Udah Dengar? Emma Chamberlain Sekarang Desain Furnitur Juga
Desain

Udah Dengar? Emma Chamberlain Sekarang Desain Furnitur Juga

Terinspirasi dari kecintaannya pada gaya mid-century modern yang vintage dan cozy.

Nike Hadirkan Kembali Moon Shoe Original dalam Warna “Soft Pearl”
Footwear

Nike Hadirkan Kembali Moon Shoe Original dalam Warna “Soft Pearl”

Pelari waffle legendaris tahun 1971 kembali hadir untuk Spring 2026 dengan pembaruan struktur yang halus.


BD Barcelona Rayakan 100 Tahun Gaudí dengan Reissue Ikonis Koleksi Furnitur
Desain

BD Barcelona Rayakan 100 Tahun Gaudí dengan Reissue Ikonis Koleksi Furnitur

Dari sandaran kursi berbentuk hati di Casa Calvet hingga rangka “bertulang” Casa Batlló.

Penjualan Karya Cetak Baru Galang Dunia Seni untuk Palestina
Seni

Penjualan Karya Cetak Baru Galang Dunia Seni untuk Palestina

Kenny Scharf, Patrick Martinez, Tali Lennox, Miles Greenberg, hingga Martin Creed turut ambil bagian—menggalang dana bagi The Zaynab Project hingga 24 Oktober.

Birkenstock Luncurkan Boston & London Versi Musim Dingin untuk FW25
Footwear

Birkenstock Luncurkan Boston & London Versi Musim Dingin untuk FW25

Siluet ikonik Boston dan London hadir kembali dalam bahan felt dan kulit sebagai bagian dari Utility “Felt Pack” terbaru.

Grand Collection Sulap New Balance Numeric 770 Jadi Sepatu Formal Elegan
Fashion Footwear

Grand Collection Sulap New Balance Numeric 770 Jadi Sepatu Formal Elegan

770 reimajinan Grand Collection membuktikan skatewear bisa tampil rapi tanpa kehilangan edge-nya.

Stone Island Sound menghadirkan: 'The Boy Who Played the Harp', album terbaru Dave
Fashion Musik

Stone Island Sound menghadirkan: 'The Boy Who Played the Harp', album terbaru Dave

Album terbaru Dave.

Intip Pertama Air Jordan 1 Low OG “Floral Swoosh”
Footwear

Intip Pertama Air Jordan 1 Low OG “Floral Swoosh”

Meluncur musim semi mendatang.

Crunchyroll Umumkan Rilis ‘TRIGUN STARGAZE’ pada Januari 2026
Hiburan

Crunchyroll Umumkan Rilis ‘TRIGUN STARGAZE’ pada Januari 2026

Bab terakhir saga TRIGUN.


Georg Jensen Debutkan Koleksi Lilin Beraroma Skulptural
Desain

Georg Jensen Debutkan Koleksi Lilin Beraroma Skulptural

Tiga aroma skulptural—Sølv, Stål, dan Kvarts—menerjemahkan warisan perak, baja, dan kuarsa rumah desain ini ke dalam komposisi olfaktori.

John Geiger Baru Saja Mengisyaratkan Kolaborasi Nike Air Force 1 yang Akan Datang?
Footwear

John Geiger Baru Saja Mengisyaratkan Kolaborasi Nike Air Force 1 yang Akan Datang?

Lewat Instagram, ia memamerkan teaser perdana.

Meguru Yamaguchi Hadirkan Sapuan Kuas 3D lewat Pameran ‘AWAKENINGS’
Seni

Meguru Yamaguchi Hadirkan Sapuan Kuas 3D lewat Pameran ‘AWAKENINGS’

Sedang dipamerkan di ISETAN THE SPACE, Tokyo.

Tampilan Resmi Infinite Archives x Air Jordan 17 Low 'Beach'
Footwear

Tampilan Resmi Infinite Archives x Air Jordan 17 Low 'Beach'

Rilis minggu ini.

Solange Knowles Gabung USC Jadi Pengajar Kurasi Musik
Musik

Solange Knowles Gabung USC Jadi Pengajar Kurasi Musik

Sekarang, panggil dia Profesor Solange.

Kolaborasi Arus x OMO Hadirkan Koleksi yang Versatile Namun Tetep Simpel
Fashion

Kolaborasi Arus x OMO Hadirkan Koleksi yang Versatile Namun Tetep Simpel

Siap rilis 17 October 2025 online via www.designbyomo.com and www.arusthebrand.com.

More ▾