Berbincang dengan Teddy Oetomo soal Visi Bukalapak untuk Industri Kreatif Indonesia

President Bukalapak dan rencananya untuk membangun ekosistem digital dan ekonomi yang adil untuk semua orang.

Tech

Didirikan tahun 2010, Bukalapak adalah perusahaan ‘all commerce’ yang berusaha membantu para local entrepreneurs untuk menjual barang dagangannya melalui platform online dan offline.

Hari ini, perusahaan yang didirikan oleh Achmad Zaky dan dua orang teman satu kuliahnya, Fajrin Rasyid dan Nugroho Herucahyono memasuki era baru sebagai public company di Indonesia. Nggak main-main, Bukalapak hari ini berhasil mengumpulkan dana sebesar USD 1,5 miliar dari investor publik menjadikannya terbesar dalam sejarah Indonesia. Pada hari trading pertamanya, saham dengan kode BUKA itu langsung mentok atas atau naik sebesar 25% dan memberikan kapitalisasi pasar Bukalapak senilai 109 triliun IDR.

Kami berkesempatan untuk ngobrol dengan President Bukalapak, Teddy Oetomo mengenai arah baru dan recananya ke depan dalam membangun ekosistem digital yang terintegrasi dan ekonomi yang adil untuk semua orang.


HB: Pertama-tama, selamat atas IPO Bukalapak yang menjadi IPO terbesar di Indonesia. Boleh ceritain sedikit tentang proses dan bagaimana kalian memutuskan waktu yang tepat untuk go public?

T: Halo, thank you. Proses kita untuk memutuskan IPO itu sebetulnya nggak memakan waktu yang cukup lama. Sebagai perusahaan yang sudah berumur 10 tahun lebih, kita berpikir kalau kita sudah cukup melakukan fundraising, dan sekarang kita ingin mencari lewat pasar modal. Pasar modalnya di mana? Sudah pasti di Indonesia, karena kita tetap berkomitmen untuk memajukan UMKM di Indonesia, dan kita juga ingin saham kita bisa dimiliki oleh orang Indonesia.

HB: Anda sempat berkarir cukup lama di capital market dengan bekerja untuk beberapa perusahaan seperti Credit Suisse dan Schroders sebelum akhirnya bergabung dengan Bukalapak. Boleh ceritain sedikit tentang pengalaman Anda dan bedanya dua industri ini (tech & finance)?

T: Perbedaan pasti ada, karena saya datang dari perusahaan yang lebih corporate, sedangkan waktu saya bergabung dengan Bukalapak beberapa tahun lalu feel-nya lebih ke startup dibandingkan dengan korporasi besar.

Awal datang ke Bukalapak juga pasti butuh penyesuaian dengan work flow dan semuanya, tapi ya akhirnya lama-lama terbiasa juga. Dari sisi etos kerja, saya yang datang dari investment banking juga bisa merasakan kalau semua orang di Bukalapak itu ya pekerja keras. Jadi ya nggak butuh waktu yang terlalu lama untuk adjust semuanya.

HB: Elon Musk sempat menyebutkan di berbagai negara terlalu banyak talenta berbakat yang bekerja di industri finansial yang seharusnya bekerja untuk perusahaan yang berfokus pada inovasi seperti contohnya Bukalapak. Apakah Anda setuju dengan statement tersebut? Apa advise Anda untuk para generasi muda di Indonesia?

T: Menurut saya satu industri bukan batasan untuk orang bisa explore talenta mereka, karena selama kita percaya apa yang kita kerjakan dan mengerjakannya dengan senang hati, otomatis pasti semua jalan akan terbentuk. Advise saya untuk generasi muda; Tetap fokus dengan apa yang dikerjakan, dan cari mentor yang baik sebanyak-banyaknya di saat masih muda, karena mereka akan banyak mengajarkan hal-hal yang akan berguna di masa depan.

“Tanpa mengesampingkan perekonomian yang sedang lesu, saya berharap dengan adanya akselerasi ini, adopsi teknologi akan meningkat karena banyak bisnis model yang memungkinkan untuk orang berdagang ataupun jual beli tanpa harus keluar rumah.”

HB: Selain melihat adanya perkembangan yang signifikan dari Bukalapak selama pandemi, sejumlah analis juga melihat adanya gejolak ekonomi saat ini. Melihat masih banyaknya masyarakat yang masih kesusahan akibat kondisi ekonomi yang tidak stabil, bagaimana pendapat Anda soal ini?

T: Secara ekonomi, pandemi ini memang sangat berat ya, jangankan untuk Indonesia tapi seluruh negara maju pun juga kesulitan. Di sisi lain kalau kita mau melihat ini secara positif, akselerasi digital di Indonesia terjadi dengan cepat, yang artinya mulai banyak orang yang menyadari pentingnya digital platform di Indonesia.

Tanpa mengesampingkan perekonomian yang sedang lesu, saya berharap dengan adanya akselerasi ini, adopsi teknologi akan meningkat karena banyak bisnis model yang memungkinkan untuk orang berdagang ataupun jual beli tanpa harus keluar rumah.

HB: Bukalapak telah banyak memberikan peluang dan jalan buat para ‘local entrepreneurs’. Bagaimana pendapat Anda tentang hal tersebut?

T: Bukalapak dimulai karena kami melihat banyak UMKM di Indonesia yang belum banyak merasakan manfaat dari kemajuan teknologi, terutama masyarakat di kota-kota lapis ketiga di Indonesia yang sebagian besar belum terlayani. Kami percaya bahwa untuk mengubah kehidupan masyarakat dan menciptakan kehidupan yang lebih baik adalah dengan mampu menciptakan pasar yang tidak terbatas. Dengan mengatakan tak terbatas yang saya maksud adalah pasar yang adil dan berfungsi penuh yang dapat diakses oleh semua orang tanpa memandang latar belakang atau status ekonomi mereka.

Kita tahu betul bahwa menciptakan ekosistem yang baik saja tidak cukup untuk melayani masyarakat, karena literasi digital di Indonesia belum setinggi itu. Artinya ada lebih banyak orang yang harus dihubungi secara offline. Bagaimana orang-orang yang tinggal di kota tingkat ketiga bertransaksi? Kami menemukan bahwa mereka selalu bertransaksi melalui warung di dekat tempat tinggal mereka. Maka lahirlah Mitra Bukalapak yang kini memiliki lebih dari 7 juta mitra di seluruh Indonesia.

Hal ini kami lakukan untuk mendekatkan pasar kepada masyarakat yang berada di luar jangkauan, atau tidak memiliki infrastruktur untuk bertransaksi secara digital dalam misi memberikan ekonomi yang adil bagi semua.

HB: Menurut Anda, bagaimana Bukalapak dapat membantu industri kreatif lokal?

T: Saya rasa dengan banyaknya disrupsi teknologi yang terjadi di Indonesia beberapa tahun belakangan sudah memberikan platform yang nyata untuk para pelaku industri kreatif lokal di Indonesia. Di Bukalapak sendiri banyak banget pelaku seni kerajinan lokal yang banyak di daerah-daerah terpencil di Jawa Tengah ataupun belahan Timur Indonesia, dan kita excited banget melihat ini semua.

Sekarang semua pengrajin seni yang dulunya hanya bisa berjualan di daerahnya sendiri bisa berjualan juga untuk para peminat di kota-kota besar. Ini sesuatu yang sangat kita cita-citakan supaya akses lebih merata di semua daerah di Indonesia

HB: Apa saja rencana Bukalapak ke depannya untuk mempercepat pertumbuhan industri kreatif di Indonesia?

T: Di Bukalapak misi kami adalah untuk membuka akses yang merata untuk semua daerah di Indonesia terutama yang ada di lapis ketiga supaya semua orang di Indonesia punya kesempatan yang sama atau equal playing field.

Harapan kami, begitu semua orang punya akses yang sama dengan yang ada di kota-kota besar di Indonesia hal ini akan memicu kreativitas dan ide-ide bisnis baru yang pada akhirnya akan mendorong UMKM Indonesia naik kelas dan lebih maju lagi.

Baca Artikel Lengkap

Baca Berikutnya

“Semestinya”, Single Sekuel Teddy Adhitya dari Seri Trilogi
Musik

“Semestinya”, Single Sekuel Teddy Adhitya dari Seri Trilogi

Melanjutkan single “Langit Favoritku” sebagai bagian dari rangkaian tiga lagu yang saling berkaitan.

Teddy Adhitya Tutup Rangkaian Trilogi dengan “Masa Depan”
Musik

Teddy Adhitya Tutup Rangkaian Trilogi dengan “Masa Depan”

Menyampaikan pesan optimisme dan harapan untuk masa depan.

Barry Likumahuwa x Teddy Adhitya x RENEWAL Aransemen Ulang Lagu Daerah Maluku “NUSANIWE”
Musik

Barry Likumahuwa x Teddy Adhitya x RENEWAL Aransemen Ulang Lagu Daerah Maluku “NUSANIWE”

Merayakan hari jadi kota Ambon sekaligus mengenang mendiang Yopie Latul.


Teddy Santis Memberikan First Look dari New Balance 990v6
Footwear

Teddy Santis Memberikan First Look dari New Balance 990v6

Menampilkan warna abu-abu klasik New Balance dan modifikasi yang subtle.

Tidak Cuma Indonesia, Ledakan Kasus Varian Delta Melanda Asia Tenggara
Travel

Tidak Cuma Indonesia, Ledakan Kasus Varian Delta Melanda Asia Tenggara

Salah satunya diakibatkan oleh tingkat vaksinasi rendah dan tekanan tinggi pada penyedia layanan kesehatan.

WACKO MARIA dan NAMEDARUMA Rilis Capsule Collection Terbaru
Fashion

WACKO MARIA dan NAMEDARUMA Rilis Capsule Collection Terbaru

Kolaborasi ketiganya dengan trio hip-hop asal Jepang tersebut.

Toyota Siap Luncurkan Land Cruiser 70th Anniversary Edition
Otomotif

Toyota Siap Luncurkan Land Cruiser 70th Anniversary Edition

Dijual sebanyak 600 unit dengan harga sekitar 851 juta IDR.

Rumah Di North Carolina jadi Viral karena Home Theaternya Bertema Star Wars
Hiburan

Rumah Di North Carolina jadi Viral karena Home Theaternya Bertema Star Wars

Rumah milik Grammy Award-winner Shirley Caesar ini ditaksir seharga $ 1,5 juta USD.

Penumpang American Airlines Bisa Nonton TikTok Gratis Selama 30 Menit di Udara
Travel

Penumpang American Airlines Bisa Nonton TikTok Gratis Selama 30 Menit di Udara

Upaya menarik perhatian calon penumpang selama recovery pandemi COVID-19.


Tekla Gandeng Stüssy untuk Garap Koleksi Home-to-Beach Summer Capsule
Fashion

Tekla Gandeng Stüssy untuk Garap Koleksi Home-to-Beach Summer Capsule

Terdiri dari produk bedding, baju tidur, bathrobe hingga handuk pantai.

Nerd Unit dan #FR2 Merilis Capsule Collection Bertema Space-Age
Fashion

Nerd Unit dan #FR2 Merilis Capsule Collection Bertema Space-Age

“You Gotta Instagram This Sh*t”.

SpaceX Buka Lowongan Kerja sebagai 'Spaceport Mixologist'
Kuliner

SpaceX Buka Lowongan Kerja sebagai 'Spaceport Mixologist'

Buat ditempatin di pabrik roket yang berlokasi di Texas, Amerika Serikat.

Gillette x HYPEBEAST Hadirkan Razor All-Black Limited Edition
Desain

Gillette x HYPEBEAST Hadirkan Razor All-Black Limited Edition

Dengan teknologi ProGlide dan dilengkapi stand magnetis.

Para Ilmuwan Temukan Cara Ubah Air Jadi Logam
Tech

Para Ilmuwan Temukan Cara Ubah Air Jadi Logam

Prestasi besar bagi komunitas sains.

More ▾
 

Adblock Detected.

We charge advertisers instead of our readers. If you enjoy our content, please add us to your adblocker's whitelist. We'd really appreciated it.