Dibatasi hanya 12 buah, jam tangan seharga $390.000 USD ini memadukan dial mineral merah dengan flying tourbillon yang didesain ulang.
Komplikasi ini hadir pada koleksi Pioneer, Streamliner, dan Endeavour dalam wujud yang teknikal, kontemporer, sekaligus elegan.
Perilisan ini memberikan penghormatan kepada prefektur di Jepang tempat setiap G-SHOCK bermula.
Kronograf 42mm ini memadukan material baja sandblasted dengan detail khusus bola basket dan palet warna monokromatis yang terinspirasi dari pakaian olahraga.
Menonjolkan miniatur sambungan bola USM pada jarum detik, arloji ini digerakkan oleh mesin jam frekuensi tinggi legendaris, El Primero 400.
Variasi baja, titanium, keramik, dan emas-platinum mengeksplorasi kedua sisi semesta 007.
Dilengkapi dengan tombol pendorong berdesain telinga, subdial menyerupai mata yang sayu, serta penutup belakang bermotif ekor.
Menghadirkan dial off-center bermotif soleil dan three-quarter bridge bergaya clou de Paris, jenama ini membawa tradisi métiers d’art ke level selanjutnya lewat seri Au750.
Koleksi terbaru ini memadukan titanium Grade 5 yang ringan dengan mesin jam skeleton dan dial besi-meteorit berpola alami.
Terbatas hanya 500 buah, jam tangan kronograf perayaan ini memadukan pelat jam biru muda dengan sub-pelat berwarna biru pekat dan cangkang baja berukuran 39mm.
Diproduksi terbatas hanya 20 buah, model pemecah rekor ini mengadaptasi teknik sambungan kayu tradisional Jepang agar tahan terhadap benturan tinggi.
Penjualan bersejarah ini menandai konsinyasi amal tunggal terbesar dalam sejarah pembuatan jam tangan, yang hasilnya didonasikan untuk yayasan milik Roger Federer dan Leonardo DiCaprio.