Menonjol dengan dial bertekstur timbul dan tampilan dua jendela (dual-aperture) yang unik.
Terinspirasi dari hijau jernih Sungai Verzasca dan granit mengilap di Alpine Riviera, jam ini memadukan warna alam Swiss dengan sentuhan mewah modern.
Dial ungu, abu-abu, dan hitam yang terinspirasi siluet langit Tokyo.
Berawal dari proyek mahasiswa, “School Watch” ini mengusung movement manual-winding yang seluruhnya dirancang sendiri secara in-house.
Foto kencan malam terbaru pasangan super ini bikin kita merasa langsung jadi rakyat jelata, dengan tampilan santai yang sebenarnya memamerkan aset mewah senilai sekitar $16,5 juta USD hanya dalam satu frame.
Ikon kuning legendaris ini kini berfungsi sebagai indikator siang/malam, “memakan” jalurnya mengikuti siklus matahari.
Plus dua varian eksklusif Jepang dengan dial batu malachite dan sodalite.
Keduanya dibekali caliber E036 dengan cadangan daya hingga satu tahun penuh.
Dibentuk dari aluminium solid, penunjuk waktu ringkas ini mengganti jarum tradisional dengan tampilan cahaya yang inovatif dan audio stereo imersif.
Menampilkan Navitimer Perpetual Calendar Chronograph dan Navitimer Tribute to Concorde.
Setiap edisi terbatas hadir dengan satu keping Mahjong buatan tangan dari perajin.
Dinamai dari istri Jacob Arabo, potongan berlian baru ini merayakan 37 tahun pernikahan dengan memadukan gemologi tingkat tinggi dan sentuhan romansa.