Cangkang, dial, dan tali jam menyatu melalui polesan monokromatik Dark Night serta konstruksi titanium yang dinamis.
Koleksi NGE mengambil inspirasi dari konflik awal anime orisinalnya yang mempertemukan EVA-01 dan The 3rd Angel.
Diproduksi terbatas sebanyak 500 buah, edisi ini memadukan dial rona emas yang hangat dengan paduan titanium, keramik hitam, dan detail menawan khas zodiak.
Dial emas kuning 2N berbalut DLC hitam serta cincin luar oniks menghadirkan kontras visual yang lebih kaya pada jam tangan terkecil lansiran merek ini.
Arloji zona waktu ganda otomatis ini menyeimbangkan kepraktisan sehari-hari dengan kaca Hardlex cembung dan mesin jam 24 permata.
Arloji Series A: Romanesque memadukan dial sandwich dengan tipografi yang terinspirasi dari pilar-pilar batu yang berulang.
Tak ada satupun dari edisi terbatas 15 buah ini yang identik, berkat guratan abu-abu tak beraturan alami dari mineral tersebut.
Classic Fusion Tributo mempertahankan sekrup yang terekspos, dial hitam, dan tali jam karet khas Hublot edisi pertama.
Model 38mm yang lebih ringkas ini hadir dengan pilihan dial pernis hitam, pernis putih tulang, dan batu pirus alami.
UR-300 Time Quantum menerjemahkan pergerakan yang terinspirasi dari partikel menjadi salah satu tampilan paling rumit yang pernah diciptakan oleh jenama ini.
Seri 57.09 mengembangkan ide awal honeycomb dengan pergerakan ekstra, lapisan kristal safir, dan pendaran detail yang memesona.
Hadir dalam dua varian, “CRAZY” dan “QUIET”.