Dial berwarna gading dengan indeks angka Romawi serta mesin kuarsa berdaya tahan baterai hingga tiga tahun melengkapi konstruksi klasiknya.
Kolaborasi ketiga keduanya hadir di Jepang pada Oktober ini, sementara ketersediaan internasional dijadwalkan pada November.
Dihiasi guilloché motif garis-garis halus, pelat dasar emas murni ini melalui proses pelapisan listrik dan pelepasan masker bertahap untuk menciptakan kedalaman visual 3D yang memikat.
Meninggalkan penanda jam tradisional, koleksi terbaru ini mengutamakan keterbacaan optimal saat melaju kencang, dalam pilihan hitam, panda perak, hijau teal, dan biru.
Maison yang dihidupkan kembali ini hadir di Geneva Watch Days dengan dial kaca vulkanik yang sangat langka, dalam casing akustik emas kuning 3N.
Maison mewah ini menghadirkan berbagai interpretasi dalam ukuran case 39,5 mm dan 42,5 mm, dari dial hijau gelap bernuansa bumi hingga tourbillon terbang sentral berkomplikasi tinggi.
Jam tangan amal edisi tunggal ini memadukan logam mulia, dial langka, dan bezel bertatah permata untuk lelang Phillips di London.
Diperkenalkan di Geneva Watch Days 2026, manufaktur milik LVMH ini mengalihwujudkan bola pertandingan Telstar klasik era 1970 menjadi mahakarya mekanis dengan 882 komponen.
Bersamaan dengan itu, manufaktur asal Sachsen ini juga memperkenalkan TRIPLE SPLIT berbahan platinum, dengan dial rhodié bernuansa sejuk dan subdial abu-abu yang kontras.
Hadir dalam dua pilihan warna ekspresif: merah muda “raspberry cerah” yang vibran dan biru elektrik pekat.
Terdiri atas 82 komponen pelat jam, arloji ini memadukan jalur perak bermotif guilloché klasik dengan estetika futuristis langit malam berbintang.
Koleksi merek yang kembali hadir ini mencakup Flying Officer world timer versi terbaru, Multichron Pilot berfitur telemeter, Multichron Sport bernuansa balap, serta Classics yang siap menemani regatta.