Pengunjung diajak ikut serta dalam lanskap raksasa yang terus berubah, tersusun dari balok kayu spruce dan pinus yang bergerak mengelilingi ruang museum.
Pameran tunggal bersejarah pertama museum yang didedikasikan untuk seniman perempuan yang masih hidup.
Diluncurkan di Milan Design Week, menyorot 15 tempat lilin aluminium yang memaknai ulang arsip karya mereka.
Dari Massive Attack, U2 hingga Nirvana, sebuah retrospektif besar di Fotografiska Berlin menelusuri 50 tahun perjalanan karier sang fotografer.
Dapat dikunjungi hingga 31 Mei 2026.
Sedang dipamerkan di Perrotin New York hingga akhir bulan.
Karya sureal dari cetakan lava, bulu dari kulit lebah, hingga kaca yang dibentuk sambaran petir.
‘We’ll Meet Again’ di Fukuoka Asian Art Museum menampilkan lebih dari 80 karya seni dari ikon Superflat tersebut.
Dua maestro appropriation art berbagi panggung di Fondazione Prada, bertepatan dengan Venice Biennale.
Lewat ‘Of Walking On Fire’ di galeri Autograph, London, sang seniman menelusuri kembali akar Vietnam sekaligus rapuhnya ingatan dan komunikasi diaspora.
‘We the Structures’ kini hadir di New York, menampilkan karya February James, Andrew Kass, dan Baseera Khan.
Saat pameran besar NIGO dibuka di London, NIGO dan kurator Esme Hawes memilih 15 objek langka yang sama sekali nggak boleh kamu lewatkan.