Pameran Loewe Craft Prize 2026 Resmi Dibuka
Penghargaan utama jatuh kepada seniman keramik Korea Selatan, Jongjin Park, berkat karya lintas-genre berjudul “Strata of Illusion.”
Ringkasan
- Seniman keramik asal Korea Selatan, Jongjin Park, dianugerahi Loewe Foundation Craft Prize 2026 melalui karyanya, “Strata of Illusion” (2025).
- Karya yang menyerupai kursi ini berakar pada seni keramik, sekaligus menghadirkan unsur dan tradisi glassblowing serta penjilidan buku, yang berhasil memikat para juri.
- “Strata of Illusion” dan seluruh 30 karya finalis akan dipamerkan di National Gallery Singapore dalam sebuah pameran khusus yang berlangsung hingga 14 Juni.
Pameran tahunan Loewe Foundation Craft Prize telah hadir di Singapura dan seniman keramik asal Korea Selatan, Jongjin Parkmembawa pulang penghargaan tertinggi kompetisi ini. Anda bisa melihat lebih dekat karya pemenang Park, “Strata of Illusion” (2025), yang dipajang berdampingan dengan 30 karya finalis lainnya dalam sebuah pameran khusus yang kini dapat dikunjungi di National Gallery Singapore hingga 14 Juni.
Para finalis dipilih dari lebih dari 5.100 karya kayu, furnitur, penjilidan buku, kaca, perhiasan, tekstil, dan keramik yang dikirimkan seniman dari 133 negara dan kawasan. “Strata of Illusion” memikat juri berkat kehadiran skulpturalnya yang tak terduga serta kemampuannya untuk “menggoyahkan ekspektasi tentang apa yang dapat diwujudkan medium keramik.”
Karya menyerupai kursi ini dibuat dari ribuan lembar kertas yang dilapisi slip porselen dan ditumpuk satu per satu. Saat dibakar pada suhu tinggi, kertas akan habis terbakar dan gravitasi bekerja, membuat bagian tengahnya runtuh. Selain itu, penggunaan udara oleh Park merujuk pada tradisi glassblowing, sementara penumpukan lapisan yang sangat teliti mengingatkan pada teknik penjilidan buku.
Dewan juri – yang di dalamnya terdapat arsitek Frida Escobedo, creative director Loewe Jack McCollough dan Lazaro Hernandez, serta pemenang Prize 2025, Kunimasa Aoki – mencari karya yang menunjukkan keunggulan dalam ketelitian teknis, inovasi, dan visi artistik. “Frafra Tapestry” (2024), karya kolaboratif rancangan desainer asal Spanyol Álvaro Catalán de Ocóndan kolektif pengrajin asal Ghana, Baba Tree Master Weavers, bersama rangkaian dua kalung “Collier” (2025) karya seniman perhiasan asal Italia Graziano Visintin, juga dianugerahi penghargaan khusus.
“Kerajinan telah menjadi inti LOEWE sejak House ini berdiri 180 tahun lalu. Dalam setiap karya finalis, kami menemukan tingkat komitmen, kreativitas, dan inovasi yang luar biasa. Bersama-sama, karya-karya ini menjadi bukti kuat akan luasnya kemungkinan yang terus hidup dalam proses berkarya,” tulis McCollough dan Hernandez.
Pameran Loewe Foundation Craft Prize 2026 kini telah resmi dibuka di Singapura. Kunjungi situs web kompetisiuntuk mengetahui lebih jauh tentang karya-karya yang dipamerkan.
National Gallery Singapore
1 St Andrew’s Road,
Singapore 178957



















