Setiap dial dibuat secara handmade, menghadirkan tekstur dan warna yang unik pada tiap jam tangan.
Selalu update dengan tren dan pergerakan terbaru di industri fashion dunia.
Merangkum crossover budaya golf paling seru saat ini.
Setiap grafis unik digarap seniman berbeda untuk menerjemahkan musik duo tersebut jadi visual yang estetik.
Memadukan keramik yakishime tanpa glasir dan kulit tanpa finishing dalam koleksi kolaborasi yang unik.
Menghadirkan dial putih murni terinspirasi teknik pencelupan sutra Jepang.
Dari tee dan sweatshirt bernuansa mistis “Worshipper” hingga mug grafis co-branded.
“Wilshire Boulevard” menghadirkan kemeja Ed Ruscha, tipografi bulu rancangan Philip Treacy, tas Saddle berlapis cat mobil, dan mantel wol bergaya film noir.
Untuk pertama kalinya dalam satu dekade, Sculpture Court Barbican kembali menghadirkan karya seni publik.
Seniman multimedia berbasis Seoul ini mengubah sneakers low-top kanvas pudar dengan grafis dan lettering yang edgy.