Memperbarui dua siluet celana ikonis, kapsul musim ini menghadirkan lipit halus, teknik pewarnaan garmen, dan konstruksi pinggang yang lebih rapi.
Dari aksen merah yang terinspirasi pita mesin tik hingga logo di bagian dalam gagang, bingkai optik edisi terbatas ini menghadirkan detail mesin retro untuk dipakai sehari-hari.
Memadukan potongan santai dengan item dasar yang rapi, sang duta global menghadirkan interpretasi kontemporer berukuran oversized dari busana klasik Amerika.
Dikembangkan bersama pelari gunung profesional, brand teknis asal Jepang ini menghadirkan busana ringan dan dinamis yang dirancang untuk mengatur suhu tubuh saat menaklukkan trail berintensitas tinggi.
Setiap pasang direkonstruksi secara manual dari denim daur ulang, katun wax, tartan, dan korduroi—tak ada dua yang sama.
Mew, Gengar, Eevee, dan Snorlax hadir tersembunyi di enam item bernuansa outdoor, beberapa di antaranya dibuat dari bahan daur ulang.
Koleksi dua kaus dan satu gantungan kunci ini hadir bersama mobil seni CLA dan G-Class berbalut motif kamuflase.
Dipandu bersama Sean Wotherspoon, acara ini mempertemukan komunitas mode dan budaya Tokyo dalam malam yang tak terlupakan.
Kolaborasi ini mengolah ulang celana H.D. BDU khas NEEDLES dan memadukannya dengan kaus katun yang diwarnai secara manual.
Jaket trucker bertekstur usang dan jeans camo melengkapi ragam material dalam rilisan ini.
Kain khusus dan sentuhan akhir bergaya vintage khas label Jepang ini hadir pada luaran kulit, tailoring, serta kemeja Oxford David & John Anderson.
Perhiasan asal London ini memperluas identitas berbasis keahliannya, dari logam mulia ke sebuah busana berdesain minimalis.